Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Penyebab Cacar Air: Virus, Cara Penularan, Faktor Risiko, dan Gejala

Penyebab Cacar Air: Virus, Cara Penularan, Faktor Risiko, dan Gejala

13/10/2026

Cacar air (varicella) adalah penyakit infeksi yang sangat menular dan biasanya menyerang anak-anak. Penyebab cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster (VZV), anggota keluarga virus herpes. Meski umumnya ringan pada anak sehat, cacar air dapat menimbulkan komplikasi serius pada orang dewasa, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Artikel ini menjelaskan penyebab cacar air, cara penularannya, faktor risiko, dan gejala-gejalanya, serta kapan Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

Apa Penyebab Cacar Air?

Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster. Virus ini termasuk dalam kelompok virus herpes. Virus yang sama juga bertanggung jawab atas penyakit herpes zoster (cacar ular/shingles) pada orang dewasa.

Cacar air hanya terjadi pada manusia dan tidak ditularkan oleh hewan. Setelah seseorang terinfeksi dan sembuh, virus varicella-zoster tetap "tidur" (dorman) dalam sel saraf tubuh. Virus ini dapat aktif kembali bertahun-tahun kemudian dan menyebabkan herpes zoster, terutama pada orang berusia lanjut atau yang daya tahan tubuhnya menurun.

Cara Penularan Cacar Air

Virus varicella-zoster sangat menular. Virus ini menyebar dengan beberapa cara:

  • Kontak langsung dengan cairan dari bintil (vesikel/lepuh) orang yang terinfeksi.
  • Tetesan udara (droplet) ketika orang yang sakit batuk atau bersin.
  • Terhirup partikel udara dari lepuh yang pecah atau terkikis.
  • Sentuhan barang yang baru saja terkontaminasi cairan lepuh, meski penularan dengan cara ini lebih jarang.

Seseorang dengan cacar air sudah bisa menularkan virus 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga seluruh lepuh mengering dan membentuk keropeng, umumnya sekitar 5-7 hari setelah ruam muncul. Penderita dianggap tidak lagi menular ketika semua lepuh sudah mengering dan berkerak. Karena penularan bisa terjadi sebelum gejala terlihat, cacar air mudah menyebar cepat di rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Faktor Risiko Cacar Air

Meskipun siapa pun yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin dapat terinfeksi, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi:

  • Belum pernah vaksinasi atau belum pernah terinfeksi cacar air sebelumnya.
  • Anak-anak di bawah 12 tahun, kelompok yang paling sering terkena.
  • Bekerja atau tinggal di lingkungan ramai seperti sekolah, tempat penitipan anak, atau barak militer.
  • Ibu hamil, risiko komplikasi lebih tinggi, termasuk risiko penularan ke janin.
  • Orang dewasa yang terinfeksi pertama kali cenderung mengalami gejala lebih berat daripada anak-anak.
  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya karena penyakit kronis atau pengobatan imunosupresan, berisiko mengalami komplikasi.
  • Bayi baru lahir yang ibunya belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin.

Orang dewasa dan bayi berisiko lebih tinggi mengalami penyakit yang lebih parah dibandingkan anak-anak yang lebih besar.

Gejala Cacar Air

Setelah terpapar virus, gejala biasanya muncul 10-21 hari kemudian (masa inkubasi). Gejala awal muncul sekitar 10-21 hari setelah terpapar virus, dan ruam adalah gejala paling khas.

Gejala awal (sebelum ruam)

  • Demam ringan hingga sedang.
  • Merasa lelah dan lesu.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sakit kepala.

Ciri khas ruam cacar air

Ruam cacar air melewati tiga tahap yang bisa muncul bersamaan di berbagai bagian tubuh:

  1. Bintik merah kecil (makula) yang menonjol menjadi benjolan kecil (papula).
  2. Lepuh berisi cairan (vesikel) yang terlihat seperti tetesan air.
  3. Lepuh pecah dan mengering, membentuk keropeng sebelum sembuh.

Ruam biasanya dimulai di wajah, dada, dan punggung, lalu menyebar ke seluruh tubuh, termasuk kulit kepala, mulut, dan area genital. Gelombang baru lepuh dapat terus muncul selama beberapa hari, sehingga lepuh pada berbagai tahap terlihat bersamaan. Gejala yang paling mengganggu adalah rasa gatal, dan umumnya penderita sembuh total dalam 1-2 minggu.

Komplikasi Cacar Air

Meskipun kebanyakan kasus cacar air pada anak sehat berjalan ringan dan sembuh sendiri, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Kelompok berisiko seperti bayi, orang dewasa, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah lebih rentan mengalami komplikasi. Beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Infeksi kulit sekunder akibat lepuh yang terinfeksi bakteri, misalnya selulitis, yang dapat menjadi serius bila tidak ditangani.
  • Pneumonia (radang paru) yang dapat terjadi terutama pada orang dewasa dan wanita hamil, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat cacar air.
  • Peradangan otak (ensefalitis) yang jarang terjadi tetapi bisa menimbulkan kejang dan gangguan neurologis.
  • Dehidrasi terutama jika terdapat luka di mulut yang membuat anak sulit makan dan minum.
  • Kelainan bawaan pada janin bila ibu terinfeksi pada awal kehamilan, atau varicella neonatal pada bayi baru lahir.

Perawatan yang tepat dan pemantauan gejala sangat penting untuk mencegah komplikasi tersebut.

Penanganan dan Perawatan di Rumah

Bagi sebagian besar anak sehat, cacar air dapat ditangani di rumah dengan perawatan suportif untuk meredakan gejala. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Meredakan gatal dengan losion kalamin, mandi air dingin atau hangat, dan menjaga kuku tetap pendek dan bersih agar luka tidak digaruk.
  • Mengontrol demam dengan obat penurun panas seperti parasetamol, sesuai anjuran dokter dan dosis yang tepat untuk anak.
  • Menjaga cairan tubuh dengan memperbanyak minum agar terhindar dari dehidrasi.
  • Beristirahat dan isolasi di rumah hingga semua lepuh mengering, untuk mencegah penularan ke orang lain.

Penting: aspirin tidak dianjurkan pada anak dengan infeksi virus karena dapat memicu sindrom Reye, dan obat pereda nyeri tertentu (seperti ibuprofen) sebaiknya digunakan atas saran dokter. Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan obat antivirus untuk mempercepat penyembuhan, terutama pada kelompok berisiko tinggi, bila diberikan sejak dini.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila Anda atau anak Anda mengalami gejala cacar air dan termasuk kelompok berisiko, atau bila muncul tanda-tanda komplikasi seperti:

  • Demam tinggi yang menetap.
  • Ruam yang menyebar ke area mata.
  • Muncul kemerahan, nyeri, atau nanah pada kulit (tanda infeksi sekunder).
  • Sulit bernapas, nyeri dada, atau batuk berat.
  • Kebingungan, leher kaku, atau kejang.

Periksakan diri ke Poli Anak RS Royal Progress untuk pemeriksaan dan penatalaksanaan yang tepat, terutama pada anak, ibu hamil, dan mereka yang berisiko tinggi.

Pencegahan Cacar Air

Cara paling efektif mencegah cacar air adalah vaksinasi. Vaksin varicella sangat efektif: dua dosis vaksin memberikan perlindungan sekitar 98% terhadap cacar air. Vaksin ini tersedia di klinik imunisasi dan dapat diberikan kepada anak maupun orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air.

Kesimpulan

Penyebab cacar air adalah virus varicella-zoster yang sangat menular melalui kontak langsung, droplet, dan udara. Kelompok yang paling berisiko adalah anak-anak, ibu hamil, bayi, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Cacar air dapat dicegah melalui vaksinasi varisela yang diberikan dalam dua dosis mulai usia 1 tahun. Jika Anda atau keluarga mengalami gejalanya, segera konsultasikan ke dokter Spesialis Anak di RS Royal Progress, dan Anda juga dapat melakukan pencegahan dengan Vaksin Varisela Cacar Air untuk Anak, yang dapat Anda pesan secara online melalui website RS Royal Progress juga.

FAQ

  • Apakah cacar air bisa terkena dua kali?
    Jarang terjadi. Sebagian besar orang yang pernah terinfeksi akan kebal seumur hidup, tetapi virus tetap dorman dan dapat menyebabkan herpes zoster di kemudian hari.
  • Apakah cacar air menular sebelum ruam muncul?
    Ya. Penderita dapat menularkan virus 1-2 hari sebelum ruam terlihat hingga semua lepuh mengering.
  • Apakah cacar air sama dengan herpes zoster?
    Tidak. Keduanya disebabkan oleh virus yang sama, tetapi cacar air adalah infeksi pertama, sedangkan herpes zoster terjadi saat virus aktif kembali bertahun-tahun kemudian.
  • Berapa lama cacar air sembuh?
    Umumnya 1-2 minggu. Lepuh mengering dan membentuk keropeng sebelum hilang.
  • Bolehkah mandi saat cacar air?
    Boleh. Mandi air biasa dapat membantu meredakan gatal, tetapi hindari menggaruk lepuh agar tidak terinfeksi.
  • Apakah cacar air berbahaya bagi ibu hamil?
    Bisa. Ibu hamil berisiko komplikasi, dan infeksi pada awal kehamilan dapat memengaruhi janin. Segera konsultasi ke dokter bila terpapar atau mengalami gejala.
  • Apakah ada obat untuk cacar air?
    Tidak ada obat yang menyembuhkan virusnya, tetapi obat antivirus dapat mempercepat penyembuhan jika diberikan dini. Pengobatan terutama untuk meredakan gejala.
  • World Health Organization (WHO) - Fact sheet: Varicella
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC) - About Chickenpox
  • Mayo Clinic - Chickenpox: Symptoms & causes
  • NHS - Chickenpox (Overview)

Artikel Lainnya

Gejala Tipes pada Anak: Tanda Khas dan Cara Membedakannya dari Demam Biasa

Anak Anda sudah demam tiga hari. Obat penurun panas membantu sebentar, lalu suhu naik lagi. Ia jadi lemas, tidak mau makan, dan hanya berbaring sepanjang hari. Sebagai orang tua, Anda mulai bertanya-tanya: ini demam biasa, atau sesuatu yang lebih serius? Pertanyaan itu wajar, karena tipes atau demam tifoid memang sering tidak dikenali pada anak. Penyakit […]
09/10/2026

Panduan Lengkap MPASI Usia 6 Bulan: Kapan Mulai, Tekstur, Takaran & Contoh Menu

Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi tidak lagi dapat dipenuhi oleh ASI saja. Masa inilah waktu yang tepat untuk memulai MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Artikel ini disusun oleh Tim Medis RS Royal Progress sebagai panduan praktis bagi orang tua dalam memulai MPASI sesuai standar WHO, IDAI, dan Kemenkes. 1. Kapan Bayi Siap […]
14/09/2026

Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Susah makan pada anak merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh orang tua. Hampir setiap anak pernah melewati fase sulit makan, terutama pada usia balita. Meskipun kebanyakan normal dan bersifat sementara, sebagian kasus bisa mengindikasikan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian medis. Mengetahui penyebab anak susah makan adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang […]
14/09/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down