Pasang Ring Jantung: Manfaat, Prosedur, dan Perawatannya

August 9, 2022
Share
Pasang Ring Jantung: Manfaat, Prosedur, dan Perawatannya

Perlukah Anda pasang ring jantung? Kenali dulu apa saja manfaat, prosedur, dan kapan waktu yang tepat untuk memasang ring jantung. Simak artikel ini.

Mengapa Harus Pasang Ring Jantung?

Ring jantung atau stent merupakan sebuah tabung kecil berbentuk jala atau jaring kawat yang terbuat dari plastik, platinum kromium kobalt, atau logam tahan karat.

Tabung tersebut akan dilapisi dengan obat yang dapat mencegah pembentukan jaringan parut pada pembuluh darah.

Tujuan adanya ring ini yaitu untuk menjaga arteri tetap terbuka sehingga memperlancar kembali aliran darah yang sempat tersumbat.

Beberapa manfaat pemasangan ring jantung yaitu:

1. Melancarkan Aliran Darah

Ring jantung akan memperbesar rongga pembuluh darah sehingga aliran darah bisa lancar. Ini akan sangat berguna pada kasus serangan jantung yang sering menimbulkan penyempitan pembuluh darah.

Dengan adanya ring, aliran darah tetap terjaga, sehingga serangan jantung tidak sampai berakibat fatal.

2. Mengatasi Jantung Koroner

Cara pasang ring jantung dilakukan dengan memperbaiki masalah penyumbatan pada pembuluh darah.

Itu sebabnya pemasangan ring jantung mampu memperbaiki kondisi kesehatan penderita jantung koroner dengan mengurangi gejala yang dirasakan.

Jika segera ditangani, maka risiko kerusakan sel jantung berkurang dan jantung segera berfungsi normal.

3. Meningkatkan Kualitas Hidup

Harapan hidup setelah pasang ring jantung menjadi lebih panjang dari sebelumnya karena memiliki kesempatan untuk hidup dengan baik. Terutama bagi penderita penyakit jantung koroner.

4. Solusi Operasi Bypass Koroner

Karena pemasangan ring jantung lebih tidak invasif dan pemulihan setelah operasi juga lebih cepat, ini menjadi solusi operasi bypass jantung koroner.

5. Meredakan Nyeri dan Gejala Tidak Nyaman

Saat nyeri pada bagian dada ,mereda, tentu ini akan meningkatkan aktivitas Anda sehari-hari. Dengan memilih pasang ring jantung, Anda akan mulai merasa nyaman kembali dalam melakukan banyak kegiatan.

6. Menekan Risiko Serangan Jantung

Ketika terjadi serangan jantung tiba-tiba, beberapa kerusakan pada organ jantung bisa saja terjadi.  Namun ring jantung mampu meminimalisir risiko kerusakan otot jantung dan serangan jantung lainnya.

7. Bersifat Permanen

Apakah ada batas waktu setelah pasang ring jantung? Tidak.

Karena pemasangan ring jantung bersifat permanen, terutama yang berbahan logam. Bahkan Anda memiliki risiko yang sangat kecil terhadap penyumbatan kembali pembuluh darah.

Kapan Harus Pasang Ring Jantung?

Kapan waktu tepat untuk melakukannya bisa berbeda pada banyak orang. Ini ciri-ciri harus pasang ring jantung yang perlu Anda pertimbangkan.

  • Ketika arteri koroner penuh dengan plak yang menghambat aliran pembuluh darah.
  • Nyeri pada bagian dada (angina) akibat dari pembuluh darah koroner yang tersumbat atau mengalami penyempitan.
  • Tes kondisi jantung menunjukkan hasil yang abnormal.
  • Kerusakan fungsi jantung ketika serangan jantung parah.
  • Memiliki penyakit arteri koroner.
  • Hasil CT-scan menunjukkan adanya penyumbatan di pembuluh darah koroner.
  • Jantung tetap bermasalah meskipun sudah melakukan pengobatan dan menerapkan gaya hidup sehat.

Dalam kondisi yang lebih parah seperti serangan jantung dan penyakit jantung koroner yang semakin memburuk, ring jantung akan sangat dibutuhkan.

Prosedur Pemasangan Ring Jantung

prosedur pemasangan ring jantung
Pemasangan Ring Jantung

Prosedur pemasangan ring jantung atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) biasanya hanya dilakukan dalam waktu 1-3 jam. Selanjutnya, Anda membutuhkan waktu beberapa hari untuk proses pemulihan.

Itu sebabnya setelah operasi ring jantung, pasien harus tetap dirawat di rumah sakit supaya tetap mendapatkan pemantauan. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa beraktivitas normal kembali kira-kira setelah 1 minggu usai menjalani pasang ring.

Bagaimana proses pasang ring jantung?

Proses Pemasangan Ring Jantung
Operasi Pemasangan Ring Jantung

1. Penggunaan Anestesi

Setelah menentukan area untuk memasukkan kateter ke pembuluh darah, akan dilakukan penyuntikan anestesi dilakukan di area tersebut. Penyuntikan biasanya di pangkal lengan, leher, atau paha.

2. Memasukkan Kateter

Langkah selanjutnya adalah memasukkan kateter dengan ring jantung yang memiliki balon pada bagian ujung, menggunakan teknik angiografi.

Teknik ini bermanfaat mengarahkan ring menuju arteri koroner yang tersumbat melalui pembuluh darah.

3. Membuka Penyumbatan

Sampai di arteri koroner yang tersumbat, pengembangan balok dilakukan supaya dinding arteri yang tersumbat bisa terbuka. Selanjutnya balon akan dikempeskan kembali supaya kateter terlepas dan ring tetap di arteri koroner. Tujuan prosedur ini adalah agar ring dapat mengatur aliran darah sehingga tetap lancar.

Perawatan Setelah Pemasangan Ring Jantung

Setelah prosedur pemasangan ring jantung, pasien akan diobservasi di ICU. Area yang disuntik anestesi harus lebih tinggi dari tubuh dan tetap dalam posisi lurus.

Namun perawatan tidak sampai di sini. Setelah masa istirahat di tempat tidur selesai, Anda masih harus melakukan hal-hal berikut ini selama masa pemulihan, yaitu:

  • Perbanyak minum air putih
  • Membatasi mobilitas
  • Lakukan banyak hal secara perlahan selama 1 minggu pemulihan.
pola hidup sehat
Pola Hidup Sehat

Untuk selanjutnya, terapkan pola hidup sehat seperti:

  • Tidak merokok
  • Pertahankan berat badan ideal
  • Olahraga dengan intensitas ringan dan sedang secara teratur, seperti jalan santai dan lari pagi.
  • Kendalikan tekanan darah, gula darah, serta kadar kolesterol dalam tubuh.
  • Konsumsi makanan yang menyehatkan jantung seperti biji-bijian utuh, sayuran, dan buah.
  • Tetap bergerak aktif dengan banyak berjalan kemudian meningkatkan intensitas dan jarak yang ditempuh.
  • Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter.
  • Lakukan pemeriksaan secara rutin.

Lebih dari itu Anda juga harus mematuhi pantangan setelah pasang ring jantung, di antaranya:

  • Tidak mengangkat beban yang berat.
  • Hindari menyetir kendaraan sebelum stamina membaik.
  • Tidak melakukan aktivitas seksual dan olahraga berat seperti sepak bola, basket, bulu tangkis, dan tenis.
  • Usahakan untuk tidak berenang atau mandi untuk sementara waktu.
  • Tidak mengonsumsi makanan yang tidak diperbolehkan bagi penderita jantung, terutama yang tinggi kalori dan lemak.
  • Mematuhi diet sehat dengan mengurangi asupan garam.

Lalu, bagaimana jika masih merasa sakit setelah pasang ring jantung?

Rasa sakit yang kemungkinan masih dirasakan setelah pemasangan ring jantung yaitu nyeri dada.

Biasanya hal tersebut disebabkan oleh pembuluh darah lain yang tidak dipasang ring sehingga Anda merasa itu adalah keluhan masalah jantung.

Risiko Pasang Ring Jantung

Meski prosedur ini tergolong aman, namun ada juga beberapa efek pasang ring jantung yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Penggumpalan darah
  • Penyempitan kembali pembuluh darah
  • Kerusakan ginjal
  • Serangan jantung
  • Infeksi
  • Stroke
  • Kerusakan arteri dan harus operasi bypass darurat
  • Keluar darah dari area dimasukkannya kateter
  • Reaksi alergi
  • Aritmia
  • Sakit dan memar

Risiko yang kemungkinan terjadi tidak menimbulkan masalah kesehatan yang berarti dan akan segera sembuh dengan obat yang diresepkan dokter.

Maka dari itu, konsultasikan dengan dokter yang tepat dan profesional supaya mendapatkan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Karena dokter juga harus mengetahui riwayat medis serta hal-hal lain tentang pasien sebelum dilakukan prosedur pemasangan ring jantung. Termasuk pemeriksaan secara detail pada pembuluh darah.

Ini penting untuk mengetahui dengan baik apakah pemasangan ring jantung dibutuhkan atau tidak.

Kabar baiknya, Anda bisa konsultasikan pemasangan ring jantung dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Royal Progress.

Untuk kondisi darurat terkait serangan jantung atau merasakan sakit seperti sakit yang sebelumnya mengharuskan Anda pasang ring jantung, hubungi .

Konsultasi dengan Dokter Kami

dr. William Sanjaya, SpJP (K), FIHA
Konsultan Kardiologi Intervensi (Kateterisasi dan Stent)
Buat Janji
dr. Muhammad Bakhtiar Rahmat Jati, SpJP (K)
Konsultan Kardiologi Intervensi (Kateterisasi dan Stent)
Buat Janji
dr. Juliaty Esther D. Siagian, SpJP, FIHA
Spesialis Jantung & Pembuluh Darah
Buat Janji