Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

August 5, 2022
Share
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut bisa terjadi pada siapa saja. Meskipun demikian, kelompok yang berisiko tinggi adalah anak-anak dan lansia. Umumnya ISPA mewabah pada musim hujan, ketika suhu rendah dan cuaca lembap, sehingga virus penyebab gangguan pernapasan ini tumbuh subur.

Walaupun sebagian besar gejala ISPA dapat sembuh dengan sendirinya oleh kekebalan tubuh kita, namun beberapa jenis ISPA dapat memicu komplikasi berat. Misalnya saja henti napas, gagal napas, sampai gagal jantung.

Ketahui lebih lanjut tentang definisi, gejala, perawatan, dan langkah-langkah pencegahan ISPA di sini.

Apa Itu ISPA?

Seperti yang telah disinggung, ISPA singkatan dari infeksi saluran pernapasan akut. Melansir dari situs Fifarma, ISPA didefinisikan sebagai infeksi pada sistem pernapasan oleh virus atau bakteri.

Gejala yang biasa muncul adalah batuk, hidung mampet, sakit tenggorokan, suara serak, dan gangguan pernapasan. Kadang kala suhu tubuh penderita juga bisa meningkat (demam), tapi bisa juga tidak.

Jenis-Jenis ISPA

Klasifikasi ISPA dibagi menjadi dua jenis, sesuai tempat berlangsungnya, yaitu infeksi saluran pernapasan atas, dan infeksi saluran pernapasan bawah.

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Saluran pernapasan atas sendiri terdiri dari hidung, pita suara di laring, sinus paranasal, dan telinga tengah. Infeksi pada lokasi tersebut dapat menyebabkan penyakit:

Rhinopharyngitis atau common cold

Ini merupakan peradangan pada mukosa hidung dan faring. Penyebabnya adalah virus seperti, rhinovirus, coronavirus, adenovirus dan parainfluenza.

Faringotonsilitis

Faringotonsilitis adalah peradangan di bagian selaput lendir dengan gejala salah satunya timbul demam.

Sinusitis

Sinusitis adalah lapisan sinus yang mengalami peradangan akibat infeksi virus. Gejala sinusitis biasanya akan membaik setelah dua sampai tiga minggu.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Sementara saluran pernapasan bawah terdiri dari alveolus, bronkus, bronkiolus, dan trakea. Infeksi pada saluran pernapasan bawah timbul menjadi penyakit:

Bronkiolitis/Infeksi Paru-Paru

Penderita terbanyak pada infeksi ini adalah anak-anak dan bayi. Bronkiolitis bisa memicu radang dan sumbatan pada bronkiolus paru-paru. Penumpukan lendir pada saluran udara menghambat keluar masuknya oksigen pada paru-paru pasien.

Penyebab umum gangguan paru-paru ini adalah Respiratory syncytial virus, namun bisa juga akibat infeksi virus pilek atau flu biasa. Tak heran gejala umumnya tampak seperti flu kebanyakan yang lambat laun berkembang menjadi batuk, sesak napas, dan napas berbunyi (mengi).

Radang Paru-Paru/Pneumonia

Infeksi ini menyerang kantung udara dalam paru-paru yang akhirnya menjadi penuh cairan atau nanah. Akibatnya penderita mengalami batuk berdahak, demam, menggigil, sampai sesak napas.

Kebanyakan kasus radang paru-paru disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, tapi bisa juga oleh virus, jamur, dan bakteri lain.

Apa Saja Faktor Penyebab ISPA

Gambar Adenovirus
Adenovirus

Penyebab paling umum yang memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan akut adalah:

1. Adenovirus

Adenovirus merupakan mikroorganisme yang dapat mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan. Ada lebih dari 50 jenis virus yang termasuk dalam kategori Adenovirus, misalnya virus penyebab common cold, bronkitis, dan radang paru-paru.

2. Rhinoviruses

Rhinovirus adalah penyebab common cold yang biasanya tidak berbahaya. Namun, pada kelompok orang yang berisiko, pilek dan flu biasa dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan akut. Yang dimaksud kelompok rentan ini adalah lansia, anak-anak berusia dini, atau mereka dengan sistem kekebalan tubuh lemah baik karena bawaan atau riwayat penyakit tertentu.

3. Pneumococcus

ISPA juga dapat disebabkan oleh bakteri Pneumococcus, pemicu penyakit pernapasan tertentu, salah satunya adalah pneumonia. Pneumococcus juga termasuk jenis bakteri yang menyebabkan meningitis.

Gejala-Gejala ISPA Ringan dan Berat

Gambar Tenggorokan Sakit
Tenggorokan Sakit salah satu gejala ISPA

Inilah gangguan kesehatan umum yang biasanya Anda alami jika terjadi infeksi pada saluran pernapasan atas atau bawah.

  • Hidung mampet
  • Pilek
  • Batuk
  • Tenggorokan sakit
  • Kelelahan
  • Nyeri di seluruh tubuh
  • Serak
  • Lemas
  • Mata merah/iritasi
  • Bagian sisi leher terasa menonjol karena terjadi pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala-gejala yang dijabarkan di atas tergolong ringan. Namun jika Anda mengalami gejala berikut ini, artinya infeksi cukup berat dan Anda harus segera menghubungi layanan kesehatan.

  • Demam mulai 39° atau lebih, disertai menggigil
  • Sesak napas berat atau kebalikannya, napas lebih cepat
  • Sakit kepala
  • Kesadaran menurun/menghilang
  • Batuk yang terus-menerus, parah, dan muntah
  • Mengi (hembusan napas disertai suara seperti siulan)
  • Retraksi (garis tulang rusuk terlihat jelas setiap kali penderita menarik napas)
  • Stridor (ada suara keras disertai getaran saat menarik napas)

Metode Pengobatan ISPA Rumahan dan Secara Medis

Sebagaimana umumnya gangguan kesehatan akibat virus, ISPA yang terjadi karena infeksi virus umumnya tak membutuhkan pengobatan khusus. Lalu apakah ISPA bisa sembuh total, jawabannya adalah bisa, apalagi jika daya tahan tubuh kita cukup baik.

Jadi Anda tak perlu khawatir karena gejala akan reda dengan sendirinya setelah satu atau dua minggu. Meski demikian agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat, Anda dapat mencoba pengobatan rumahan berikut.

  • Lebih banyak beristirahat dan tidur untuk membantu sistem kekebalan tubuh memerangi virus serta mengatasi peradangan.
  • Banyak mengonsumsi air agar dahak lebih encer dan gampang dikeluarkan.
  • Campuran lemon hangat dan madu diketahui efektif untuk mengatasi batuk karena berbagai penyebab. Demikian pula dengan campuran teh hijau dan madu yang ampuh untuk meringankan sakit tenggorokan dan batuk.
  • Alternatif lain untuk meredakan sakit tenggorokan yang mengganggu adalah kumur-kumur dengan air hangat dengan campuran garam.
  • Sementara untuk mengatasi hidung mampet, Anda bisa memberi setetes minyak kayu putih atau mint pada secangkir air panas kemudian menghirup uapnya.
  • Meninggikan bantal juga dapat membantu Anda tidur lebih nyaman ketika pilek, karena dapat memperlancar pernapasan.

Jika berbagai alternatif pengobatan rumahan tersebut tidak juga membawa hasil yang signifikan, Anda perlu mendapatkan layanan medis. Biasanya dokter akan merekomendasikan obat-obatan untuk meringankan gejalanya. Ini misalnya paracetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri.

Sementara untuk infeksi pada saluran pernapasan bawah, dokter bisa meresepkan antibiotik untuk ISPA. Demikian pula untuk gejala batuk, hidung mampet, dan sakit tenggorokan, dokter dapat meresepkan obat-obatan sambil memantau kondisi pasien.

Cara Pencegahan ISPA

Gambar Anak Mencuci Tangan
Mencuci Tangan mencegah ISPA

Mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, pastikan diri Anda dan anggota keluarga melakukan kebiasaan-kebiasaan berikut.

  • Anak-anak wajib mendapatkan vaksin pertusis, campak, gondok, dan rubella yang dikenal sebagai vaksin MMR untuk menurunkan risiko terjangkit infeksi pernafasan berat.
  • Lebih sering cuci tangan dengan sabun atau pakai hand sanitizer, terutama setelah selesai beraktivitas di tempat umum.
  • Jangan lupa kenakan masker standar sebagai tindak pencegahan dari berbagai infeksi virus.
  • Hilangkan kebiasaan menyentuh wajah, mulut, atau mata, apalagi jika belum cuci tangan dengan sabun. Ini akan mencegah virus, bakteri, atau parasit lain masuk ke dalam tubuh.
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang, terutama yang banyak mengandung vitamin C.
  • Terapkan pola hidup sehat dan hindari merokok untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  • Hindari orang-orang yang sedang sakit infeksi saluran pernafasan karena dapat menular dengan mudah melalui percikan ludah, dan kontak tangan ke tangan.

Itu dia hal-hal penting terkait infeksi saluran pernapasan akut yang perlu Anda ketahui. Untuk mendapatkan rekomendasi terapi penyembuhan yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis paru dan pernapasan RS Royal Progress.

Namun jika terjadi kondisi darurat akibat ISPA seperti hilang kesadaran atau sesak napas berat, jangan membuang waktu untuk menghubungi .

Konsultasi

dr. Ni Made Restiawati, SpP
Spesialis Paru & Pernapasan
Buat Janji
dr. Steven Jonathan, SpP, FAPSR
Spesialis Paru & Pernapasan
Buat Janji