Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Apa Itu Anyang-anyangan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Anyang-anyangan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

10/10/2025

Sebagian orang pasti pernah merasakan keluhan berkemih yang tidak nyaman. Dari berbagai gangguan pada saluran kemih, anyang-anyangan adalah yang paling sering muncul. Dalam dunia medis, istilah anyang-anyangan bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan sinyal adanya masalah pada sistem kemih Anda.

Namun, masyarakat sering menggunakannya untuk menggambarkan gangguan saluran kemih ini. Sayangnya, masih banyak orang menyepelekan anyang-anyangan. Padahal, jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, keluhan ini bisa menjadi indikasi dari penyakit yang jauh lebih serius.

Apa Itu Anyang-anyangan?

Anyang-anyangan adalah kondisi yang sebenarnya berhubungan dengan istilah medis disuria dan stranguria. Disuria menggambarkan rasa nyeri atau rasa panas  saat buang air kecil, sedangkan stranguria merujuk pada perasaan kencing tidak tuntas. Jika keduanya muncul bersamaan, keluhan bisa terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Keluhan ini juga tidak mengenal gender atau usia; bisa muncul pada pria, wanita, atau anak-anak. Namun, keluhan ini cendereung lebih sering dialami oleh wanita karena faktor anatomi dan rentan mengalami perubahan hormonal.

Penyebab Anyang-anyangan

Ada beberapa faktor pemicu utama yang menyebabkan munculnya gejala ayang-anyangan, di antaranya:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Sebagian besar anyang-anyangan berawal dari infeksi bakteri di saluran kemih. Bakteri yang berhasil masuk ke saluran kemih akan tumbuh, lalu menimbulkan peradangan yang menyebabkan gejala khas. Salah satunya disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi yaitu Escherichia coli dari saluran cerna.

2. Sistitis dan Pielonefritis

Jika bakteri terus berkembang biak, kondisi ini bisa memicu sistitis (peradangan dinding kandung kemih). Pada kasus yang lebih parah di mana infeksi naik hingga ke ginjal, kondisi ini disebut pielonefritis yang memerlukan penanganan medis darurat.

3. Kurang Minum Air Putih

Dehidrasi atau kurangnya asupan air dalam tubuh menyebabkan urin menumpuk zat sisa dalam kadar tinggi sehingga tampilan urin lebih pekat. Kondisi ini juga bisa mengiritasi kandung kemih dan mengganggu kelancaran proses pembuangan urine sehingga dapat menimbulkan gejala anyang-anyangan.

4. Kebiasaan Menahan Kencing

Sering menunda buang air kecil memberi waktu bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat di dalam kantung kemih, sehingga memicu infeksi kandung kemih.

5. Kebersihan Area Kewanitaan atau Kelamin yang Buruk

Tidak menjaga kebersihan setelah buang air memberi peluang bakteri masuk ke saluran kemih. Dan wanita lebih rentan, terutama bila cara membersihkan tidak tepat. Faktor lain seperti penggunaan sabun berpewangi, pembalut yang jarang diganti, atau pakaian dalam yang tidak kering juga bisa memperparah risiko.

6. Faktor Hormonal

Fluktuasi hormon, seperti saat kehamilan atau menopause, dapat melemahkan sistem pertahanan saluran kemih sehingga risiko anyang-anyangan meningkat.

7. Penyakit Tertentu

Sejumlah kondisi medis tertentu juga dapat menjadi pemicu maupun memperburuk keluhan anyang-anyangan, di antaranya:

  • Infeksi menular seksual (IMS): herpes, klamidia, atau gonore dapat menginfeksi saluran kemih.
  • Prostatitis atau infeksi kelenjar bakteri prostat, penyebab utama anyang-anyangan pada pria.
  • Interstitial cystitis adalah penyakit kronis yang memicu nyeri dan radang pada kandung kemih.
  • Infeksi atau iritasi vagina disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroba menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri atau jamur. Ini adalah salah satu pemicu anyang-anyangan pada wanita.
  • Batu kandung kemih yang terbentuk dari mineral dapat mengiritasi dinding kandung kemih dan menimbulkan rasa perih saat berkemih.
  • Kista ovarium. Adanya kista dan tekanan kista yang membesar bisa juga mengganggu fungsi kandung kemih.
  • Kanker kandung kemih atau perkembangan sel tak terkendali di kandung kemih bisa memicu keluhan seperti anyang-anyangan hingga urin berdarah.

8. Konsumsi Obat-obatan

Sejumlah obat, khususnya untuk pengobatan kanker kandung kemih dapat berpotensi menyebabkan peradangan dan nyeri saat berkemih.

Gejala yang Menyertai Anyang-anyangan

Gejala lain yang menyertai anyang-anyangan, yaitu:

  • Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil.
  • Urine berwarna keruh, berbau menyengat, atau bahkan tampak adanya kemerahan yang menandakan adanya darah pada urine.
  • Nyeri di perut bagian bawah atau punggung bawah.
  • Demam (pada kasus infeksi yang lebih parah).

Cara Mengatasi Anyang-anyangan

Mengatasi anyang-anyangan tidak cukup hanya dengan menunggu keluhannya hilang sendiri. Berikut adalah beberapa langkah efektif untuk mengobati serta meredakan rasa tidak nyaman tersebut:

1. Perbanyak Minum Air Putih

Air putih yang diminum dalam jumlah cukup (minimal 8 gelas sehari) bertindak sebagai pembilas alami. Ini membantu mengencerkan urine dan mendorong bakteri keluar dari tubuh.

2. Jangan Menahan Kencing

Ubah kebiasaan menunda atau menahan berkemih. Buang air kecillah segera saat terasa ingin agar bakteri tidak sempat berkembang biak.

3. Jaga Kebersihan Area Genital

Kebiasaan kecil seperti cara membersihkan area intim ternyata berpengaruh besar, seperti:

  • membersihkan dari depan ke belakang
  • memilih produk pembersih yang tepat
  • menjaga area tetap kering untuk membantu mencegah bakteri maupun jamur berkembang.

4. Cukupi Kebutuhan Vitamin C

Vitamin sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Secara khusus, mengonsumsi makanan yang kaya vitamin c dapat meningkatkan keasaman urine, sehingga pertumbuhan bakteri dapat terhambat. Anda bisa mendapatkan asupan ini dari buah-buahan segar seperti jeruk, jambu, kiwi, dan pepaya.

5. Konsumsi Makanan yang Mendukung Kesehatan Saluran Kemih

Saat gejala melanda, hindari makanan atau minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih, seperti kopi, teh, alkohol, serta makanan yang terlalu pedas atau asam. Sebagai rekomendasi alternatif, Anda bisa meminum jus cranberry murni tanpa gula untuk membantu mencegah bakteri menempel pada dinding saluran kemih.

6. Kompres Hangat

Kompres hangat di area perut bawah juga dapat membantu melancarkan aliran darah sekaligus mengurangi ketegangan otot yang menimbulkan nyeri.

7. Obat dari Dokter

Jika penyebabnya adalah ISK atau penyakit lain, antibiotik dari dokter adalah pengobatan utama. Jangan pernah mengonsumsi obat atau antibiotik tanpa resep karena bisa menimbulkan resistensi.

Kapan Harus ke Dokter?

Anyang-anyangan yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, apalagi Anda juga merasakan gejala penyerta, seperti demam tinggi, nyeri punggung, atau adanya darah pada urine, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Gejala ini juga bisa mengindikasikan adanya infeksi yang sudah menjalar ke organ lain (ginjal) dan memerlukan intervensi medis sesegera mungkin.

Jadi, jangan menganggap anyang-anyangan sepele lagi, ya, karena kondisi ini memiliki dampak yang bisa mengganggu kualitas hidup. Dengan mengenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya, Anda dapat mencegah kondisi ini semakin parah.

Jika Anda mengalami keluhan anyang-anyangan yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter spesialis Urologi. RS Royal Progress siap membantu Anda dengan fasilitas kesehatan modern dan tenaga dokter berpengalaman untuk menangani masalah saluran kemih maupun infeksi terkait. Jangan tunda, jadwalkan konsultasi dengan mudah melalui website RS Royal Progress.

FAQ

Apa itu anyang-anyangan?

Anyang-anyangan adalah istilah yang sering dipakai masyarakat untuk menggambarkan rasa nyeri atau tidak nyaman saat buang air kecil. Secara medis, kondisi ini disebut disuria (rasa nyeri saat kencing) atau stranguria (rasa kencing tidak tuntas).

Mengapa anyang-anyangan bisa menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil?

Saat bakteri menimbulkan peradangan dan iritasi pada kandung kemih atau saluran kencing, jaringan di sekitarnya menjadi sensitif. Akibatnya, muncul rasa perih atau terbakar ketika urin keluar.

Apa penyebab utama anyang-anyangan?

Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih, terutama bakteri Escherichia coli (E. coli) dari saluran pencernaan. Saat bakteri masuk ke kandung kemih, mereka dapat berkembang biak dan menyebabkan iritasi serta peradangan.

Apakah anyang-anyangan dapat sembuh?

Ya, anyang-anyangan dapat sembuh. Dengan pengobatan yang tepat, konsumsi air putih yang cukup, menjaga kebersihan area genital, serta bila diperlukan penggunaan antibiotik dari dokter, keluhan biasanya membaik dalam beberapa hari. Namun, jika tidak diobati, infeksi bisa menyebar hingga menyebabkan infeksi pada ginjal.

Bagaimana cara mencegah anyang-anyangan?

Beberapa langkah sederhana untuk mencegah anyang-anyangan antara lain:

  • Minum cukup air putih setiap hari.
  • Jangan menahan buang air kecil.
  • Jaga kebersihan area kewanitaan atau kelamin dari depan ke belakang.
  • Hindari sabun pewangi yang keras di area sensitif.
  • Ganti pakaian dalam secara rutin dan hindari yang lembap.

Apakah makanan dan minuman bisa memengaruhi kondisi ini?

Ya. Beberapa makanan dan minuman dapat memperburuk gejala, seperti kopi, teh, alkohol, makanan pedas, dan asam. Sebaliknya, jus cranberry tanpa gula tambahan bisa membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri saat buang air kecil?

Untuk mengurangi rasa nyeri saat buang air kecil, beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Minum lebih banyak air putih agar urin lebih encer.
  • Gunakan kompres hangat di perut bagian bawah untuk meredakan nyeri.
  • Hindari minuman berkafein dan alkohol.
  • Bila gejala tidak membaik, segera berkonsultasi ke dokter.

  • Dysuria (Painful Urination): Treatment, Causes & Symptoms - Cleveland Clinic
  • Painful Urination and Burning (Dysuria) - Verywell Health
  • Dysuria: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment - Medicover Hospitals
  • Painful urination (dysuria): Causes, treatment, and more - MedicalNewsToday
  • Dysuria Guide: Causes, Symptoms and Treatment Options - Drugs.com
  • Strangury - an overview - ScienceDirect Topics
  • Urinary Tract Infection (UTI) - Mayo Clinic
  • Urinary Tract Infections - National Health Service (NHS UK)

Artikel Lainnya

Mengenal Inkontinensia Urine atau Kebocoran Urine, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Inkontinensia urine adalah kondisi keluarnya urine tanpa disadari atau di luar kendali seseorang. Masalah ini sering dianggap sepele atau bagian normal dari proses penuaan, padahal dapat terjadi pada siapa saja, pria dan wanita, baik usia lanjut maupun usia produktif. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, inkontinensia urine juga dapat memengaruhi kualitas hidup, menghilangkan kepercayaan diri, hingga […]
13/05/2026

Warna Urine Normal dan Abnormal: Panduan Lengkap Memahami Kesehatan dari Urine Anda

Tahukah Anda bahwa warna urine bisa menjadi "jendela" untuk melihat kondisi kesehatan tubuh? Dari sekadar bening hingga cokelat gelap, setiap perubahan warna urine dapat memberikan petunjuk tentang apa yang sedang terjadi di dalam tubuh Anda. Memahami perbedaan antara warna urine normal dan abnormal adalah langkah awal yang sederhana namun krusial. Dengan meneliti warna urine sebelum […]
12/05/2026

Kencing Darah Tanda Penyakit Apa? Kenali Gejala, Penyebab, dan Kapan Harus ke Dokter

Apakah Anda pernah diberitahu dokter hasil tes urine menunjukkan adanya darah? Atau bahkan melihat urine berwarna kemerahan? Kondisi ini namanya hematuria, yaitu istilah medis untuk darah dalam urine. Lalu kencing darah penyakit apa sebenarnya? Kencing darah menjadi gejala awal yang perlu diwaspadai dan tidak boleh diabaikan, karena dapat menjadi tanda dari penyakit yang membutuhkan penanganan […]
06/05/2026
1 2 3 5

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down