Mimisan atau epistaksis adalah kondisi keluarnya darah dari hidung yang dapat terjadi secara mendadak. Banyak orang panik ketika mengalaminya, terutama jika tidak ada benturan atau cedera sebelumnya.
Dalam banyak kasus, penyebab mimisan sebenarnya bersifat ringan dan tidak berbahaya. Namun, ada juga kondisi tertentu di mana mimisan menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius.
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh berbagai penyebab mimisan, tanda bahaya yang perlu diwaspadai, serta kapan Anda perlu melakukan pemeriksaan medis.
Bagian dalam hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil yang sangat halus dan sensitif. Area paling sering mengalami perdarahan disebut pleksus Kiesselbach, yaitu kumpulan pembuluh darah di bagian depan septum hidung.
Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, sebagian besar mimisan terjadi di bagian depan hidung dan biasanya tidak berbahaya. Pembuluh darah di area ini mudah pecah akibat iritasi ringan, udara kering, atau kebiasaan mengorek hidung.
Karena lokasinya dekat dengan permukaan, perdarahan bisa terlihat cukup banyak meski sebenarnya tidak selalu serius.
Berikut beberapa penyebab mimisan yang paling sering terjadi tanpa adanya trauma langsung.
Udara kering adalah salah satu penyebab mimisan paling umum. Paparan pendingin ruangan terus-menerus atau cuaca panas dapat membuat lapisan dalam hidung menjadi kering dan retak.
Menurut NHS, kondisi ini membuat pembuluh darah lebih mudah pecah. Selain itu, kebiasaan mengorek hidung atau meniup hidung terlalu keras juga dapat memicu perdarahan.
Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah kecil di hidung. Walau tidak selalu menjadi penyebab mimisan utama, hipertensi yang tidak terkontrol bisa memperparah perdarahan dan membuatnya lebih sulit berhenti.
Gangguan pada struktur pembuluh darah juga dapat menyebabkan mimisan berulang, terutama pada usia lanjut.
Pilek, sinusitis, dan alergi menyebabkan peradangan pada lapisan hidung. Peradangan ini membuat jaringan menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah.
Infeksi saluran napas atas sering menjadi penyebab mimisan pada anak-anak dan dewasa muda. Penggunaan semprotan hidung tertentu secara berlebihan juga dapat memperparah kondisi ini.
Beberapa orang memiliki gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia atau jumlah trombosit rendah. Kondisi ini membuat perdarahan lebih sulit berhenti.
Obat pengencer darah seperti aspirin dan warfarin juga dapat menjadi penyebab mimisan yang lebih sering atau lebih lama durasinya. Jika Anda rutin mengonsumsi obat tertentu dan mengalami mimisan berulang, konsultasi medis sangat dianjurkan.
Sebagian besar mimisan tergolong ringan jika:
Namun, Anda perlu waspada bila:
Dalam kondisi tersebut, penyebab mimisan mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik pada hidung. Jika diperlukan, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan.
Dalam beberapa kasus, dokter spesialis THT menggunakan alat khusus untuk melihat lebih dalam ke rongga hidung guna mencari sumber perdarahan. Tujuan utama diagnosis adalah memastikan apakah penyebab mimisan bersifat lokal (di hidung) atau sistemik (terkait kondisi tubuh secara umum).
Jika mengalami mimisan, lakukan langkah berikut:
Setelah berhenti, jangan meniup hidung terlalu keras selama beberapa jam.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Dengan menjaga kelembapan dan kesehatan pembuluh darah, risiko penyebab mimisan dapat ditekan secara signifikan.
Segera cari bantuan medis jika:
Jika Anda ragu terhadap penyebab mimisan yang dialami, pemeriksaan oleh dokter THT atau dokter penyakit dalam sangat disarankan.
Bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut tanpa harus datang ke rumah sakit, tersedia layanan kunjungan dokter ke rumah melalui Royal Home Care. Layanan ini menjadi solusi praktis bagi anak-anak, lansia, maupun pasien dengan mobilitas terbatas yang memerlukan evaluasi segera terkait penyebab mimisan tanpa harus menunggu antrean di fasilitas kesehatan.
Melalui layanan ini, dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari evaluasi penyebab mimisan, pengukuran tekanan darah, hingga penilaian kondisi umum pasien. Jika ditemukan faktor risiko seperti hipertensi, gangguan pembekuan darah, atau infeksi saluran pernapasan, pasien akan mendapatkan rekomendasi penanganan lanjutan yang sesuai secara medis dan terarah.
Sebagian besar penyebab mimisan memang bersifat ringan dan dapat diatasi sendiri di rumah. Namun, jika mimisan sering terjadi, sulit berhenti, atau disertai gejala lain, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.
Untuk memastikan kondisi Anda aman, konsultasikan dengan dokter spesialis THT yang kompeten. Royal Progress menyediakan layanan pemeriksaan dan konsultasi dokter yang dapat membantu mengevaluasi penyebab mimisan secara menyeluruh dan profesional.
Jadwalkan konsultasi Anda sekarang melalui layanan medis Royal Progress agar penanganan dilakukan lebih cepat dan tepat.
