Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Frozen Shoulder: Arti, Gejala, Penyebab & Pengobatannya

Frozen Shoulder: Arti, Gejala, Penyebab & Pengobatannya

16/03/2026

Bahu terasa kaku, nyeri saat digerakkan, bahkan sulit melakukan aktivitas sederhana seperti menyisir rambut atau memakai baju? Kondisi ini bisa jadi tanda frozen shoulder. Apa itu frozen shoulder?

Sederhananya, frozen shoulder adalah gangguan pada sendi bahu yang membuat pergerakan semakin terbatas dari waktu ke waktu. Bahkan kondisi ini dapat terjadi hingga tahunan membuat mobilitas bahu menurun secara progresif.

Untuk memahami lebih jauh, mari kita bahas mengenai gejala, penyebab, hingga pengobatan yang tepat.

Apa itu Frozen Shoulder?

Visualisasi Frozen Shoulder
Visualisasi Frozen Shoulder

Frozen shoulder (adhesive capsulitis) adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada sendi bahu.

Secara medis, frozen shoulder terjadi ketika jaringan ikat di sekitar sendi bahu (kapsul sendi) menebal dan meradang, sehingga mengerut dan membatasi ruang gerak tulang lengan atas di dalam soket bahu.

Tahap Perkembangan Frozen Shoulder dan Gejalanya

Frozen shoulder umumnya berkembang secara perlahan melalui tiga tahap utama. Setiap tahap memiliki karakteristik gejala dan durasi yang berbeda, bahkan total perjalanan penyakit bisa berlangsung sekitar 1–3 tahun atau lebih tergantung kondisi pasien dan terapi yang pasien jalani.

  1. Freezing Stage (Tahap Nyeri dan Awal Kekakuan)
    Pada tahap awal ini, keluhan utama adalah nyeri yang semakin meningkat seiring waktu. Nyeri biasanya muncul saat bahu digerakkan, lalu bisa berkembang menjadi nyeri menetap, bahkan saat bahu tidak digunakan.Secara lebih rinci, kondisi yang sering terjadi pada fase ini:

    • Nyeri bahu muncul perlahan lalu makin terasa intens
    • Nyeri sering lebih terasa di malam hari hingga mengganggu tidur
    • Gerakan bahu mulai terbatas, terutama saat mengangkat tangan ke atas atau ke belakang
    • Aktivitas sederhana seperti mengambil barang di rak atau memakai pakaian mulai terasa sulit

    Pada tahap ini, nyeri biasanya menjadi gejala dominan, sementara kekakuan mulai berkembang secara bertahap. Durasi fase ini bisa berlangsung sekitar 6 minggu hingga 9 bulan.

  2. Frozen Stage (Tahap Kaku Dominan)
    Memasuki tahap kedua, nyeri biasanya mulai berkurang. Namun, kekakuan bahu justru semakin jelas dan menjadi keluhan utama , berikut adalah Ciri khas pada fase ini:

    • Nyeri berkurang, terutama saat istirahat
    • Bahu terasa sangat kaku atau seperti “terkunci”
    • Jangkauan gerak sangat terbatas ke segala arah
    • Aktivitas harian seperti menyisir rambut, menyetir, atau mengambil barang menjadi sangat sulit

    Pada fase ini, peradangan mulai menurun, tetapi kapsul sendi sudah menebal dan mengencang sehingga gerakan bahu sangat terbatas, Tahap frozen biasanya berlangsung sekitar 4-12 bulan.

  3. Thawing Stage (Tahap Pemulihan Gerakan)
    Tahap terakhir adalah fase pemulihan, di mana gerakan bahu perlahan mulai kembali. Pada fase ini biasanya terjadi:

    • Nyeri semakin berkurang atau hilang
    • Fleksibilitas bahu perlahan meningkat
    • Aktivitas harian mulai bisa dilakukan kembali
    • Namun kekakuan ringan masih bisa tersisa

    Pemulihan biasanya berjalan perlahan dan membutuhkan latihan serta fisioterapi yang konsisten. Fase ini dapat berlangsung cukup lama, sekitar 6 bulan hingga 2 tahun sampai fungsi bahu mendekati normal.

    Catatan: Pada beberapa kasus, nyeri bisa terasa lebih berat di malam hari.

Penyebab Frozen Shoulder

Penyebab pasti frozen shoulder belum sepenuhnya diketahui. Namun, kondisi ini sering dikaitkan dengan peradangan yang membuat kapsul sendi menebal dan kaku.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya frozen shoulder antara lain:

  • Bahu tidak digerakkan dalam waktu lama (misalnya setelah operasi atau cedera)
  • Usia di atas 40 tahun
  • Lebih sering terjadi pada perempuan
  • Penyakit tertentu seperti diabetes, gangguan tiroid, Parkinson, atau penyakit jantung

Diagnosis Frozen Shoulder

Untuk menetapkan seseorang menderita frozen shoulder, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Berikut rangkaian pemeriksaan tersebut:

  1. Wawancara Medis (Anamnesis)
    Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis secara mendalam. Tujuannya untuk memahami riwayat keluhan, kemungkinan penyebab, serta faktor risiko yang dapat memicu frozen shoulder.Umumnya dokter akan menanyakan hal berikut untuk menguatkan indikasi awal:

    • Riwayat keluhan nyeri dan kekakuan
    • Lokasi dan karakter nyeri
    • Dampak nyeri terhadap aktivitas harian
    • Adanya riwayat cedera atau operasi bahu
    • Riwayat penyakit penyerta
    • Perubahan gejala dari waktu ke waktu
  2. Tes Fisik
    Setelah mendapatkan diagnosa awal, dokter akan melanjutkan dengan memeriksa:

    • Tingkat nyeri
    • Jangkauan gerak aktif dan pasif bahu
    • Perbedaan gerakan antara bahu normal dan yang bermasalah
  3. Tes Citraan: X-RAY, MRI
    Untuk menguatkan diagnosa, dokter mungkin menerapkan tes citraan. Pemeriksaan pencitraan seperti X-ray atau MRI dilakukan dengan tujuan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, misalnya robekan rotator cuff atau radang sendi.

Pengobatan Frozen Shoulder

Kabar baiknya, sebagian besar kasus frozen shoulder dapat membaik seiring waktu. Namun, tetap memerlukan pengobatan untuk membantu mengurangi nyeri, menjaga fungsi sendi, serta mempercepat proses pemulihan.

Secara umum, terapi konservatif (tanpa operasi) menjadi pilihan utama. Bahkan, sekitar 80–90% pasien dapat pulih dengan terapi non-operasi seperti obat, fisioterapi, dan suntikan steroid.

Namun, proses pemulihan bisa memakan waktu cukup lama. Banyak pasien mengalami perbaikan bertahap dalam 12–18 bulan, tergantung kondisi dan kepatuhan terapi.

Obat

Pemberian obat bertujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada sendi bahu sehingga pasien dapat menjalani terapi latihan dengan lebih nyaman.
Secara umum, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat berikut:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi nyeri dan inflamasi
  • Kortikosteroid oral atau suntikan untuk menekan peradangan sendi
  • Obat pereda nyeri tambahan bila diperlukan

Suntikan steroid pada beberapa kasus dapat membantu menurunkan peradangan dan mempercepat perbaikan gejala, terutama pada fase awal penyakit.

Fisioterapi Frozen Shoulder

Fisioterapi merupakan bagian terpenting dalam pengobatan frozen shoulder. Terapi ini bertujuan untuk:

  • Mengembalikan jangkauan gerak sendi
  • Mengurangi kekakuan bahu
  • Memperkuat otot sekitar bahu
  • Mencegah kekakuan permanen

Program fisioterapi biasanya meliputi latihan peregangan, latihan penguatan otot, dan latihan mobilisasi sendi secara bertahap.

Apakah Frozen Shoulder Harus Operasi

Tidak semua pasien frozen shoulder membutuhkan operasi, Operasi biasanya dipertimbangkan jika:

  • Nyeri dan kekakuan tidak membaik setelah 4-6 bulan fisioterapi intensif
  • Aktivitas sehari-hari sangat terganggu
  • Rentang gerak bahu sangat terbatas

Tindakan operasi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Manipulasi sendi bahu dengan anestesi
  • Arthroscopic capsular release (melepas jaringan sendi yang kaku)

Namun, perlu dipahami bahwa operasi memang dapat mempercepat pemulihan gerakan, tetapi Anda tetap memerlukan fisioterapi setelah tindakan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri jika:

  • Nyeri bahu berlangsung lama
  • Gerakan bahu semakin terbatas
  • Nyeri mengganggu aktivitas dan tidur

Penanganan lebih dini dapat membantu mempercepat pemulihan dan mencegah kekakuan permanen. Jika Anda merasakan berbagai gejala bahu kaku di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di RS Royal Progress agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sejak dini.

FAQ

  1. Frozen shoulder disebabkan oleh apa?
    Penyebab pasti frozen shoulder (bahu kaku) belum sepenuhnya dipahami. Namun, bahu kaku dapat terjadi akibat peradangan dan penebalan kapsul sendi bahu yang membatasi gerakan. Hal ini sering dipicu oleh imobilisasi bahu dalam jangka lama (setelah cedera, operasi, atau stroke), serta faktor risiko seperti diabetes, gangguan tiroid, penyakit jantung, penyakit Parkinson, dan usia di atas 40 tahun (lebih sering pada wanita).
  2. Apakah frozen shoulder boleh dipijat?
    Ya, frozen shoulder boleh diurut, tetapi harus dilakukan dengan sangat hati-hati oleh profesional terlatih (terapis fisik).
  3. pakah fisioterapi bisa menyembuhkan frozen shoulder?
    Fisioterapi atau terapi fisik dapat meredakan nyeri dan kekakuan. Selain itu, fisioterapi juga dapat membantu mengembalikan fungsi gerak bahu.
  4. Apakah frozen shoulder bisa sembuh total?
    Ya, Frozen Shoulder bisa sembuh, tetapi biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Kebanyakan orang pulih secara bertahap dalam 1-3 tahun, meskipun tanpa operasi. Sebagian besar penderita bisa kembali beraktivitas normal, nyeri hilang atau sangat berkurang, dan gerakan bahu kembali hampir normal. Namun pada beberapa orang, gerakan bahu mungkin tidak kembali 100% seperti semula, terutama jika tidak melakukan terapi.

  • NIH National Library of Medicine. 2021. Clinical Guidelines in the Management of Frozen Shoulder
  • ScienceDirect. 2017. Clinical evaluation of arthroscopic treatment of shoulder adhesive capsulitis
  • NIH National Library of Medicine. 2025. Adhesive Capsulitis (Frozen Shoulder)
  • Adhesive Capsulitis of the Shoulder - Arthroscopy
  • Cleveland Clinic - Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis): Symptoms & Treatment
  • Mayo Clinic - Frozen shoulder - Symptoms and causes
  • OrthoInfo - AAOS - Frozen Shoulder - Adhesive Capsulitis
  • Buoy Health - Frozen Shoulder - 3 Symptoms and How to Treat a Frozen Shoulder
  • BMJ Best Practice - Adhesive capsulitis - Symptoms, diagnosis and treatment

Artikel Lainnya

Mengenal Tennis Elbow: Gejala, Penyebab, dan Solusi Pemulihan Total untuk Siku Anda

Merasakan nyeri di area luar siku saat mengangkat cangkir kopi atau berjabat tangan tentu bukan hal yang nyaman. Banyak orang mengira keluhan ini hanya pegal biasa yang akan membaik sendiri. Namun secara medis, tennis elbow adalah gangguan pada tendon yang membutuhkan perhatian, terutama bila nyeri berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas harian. Dalam dunia kedokteran, […]
05/05/2026

Mengenal Rotator Cuff Injury: Gejala, Penyebab, dan Cara Pemulihan Cedera Bahu yang Efektif

Rotator cuff injury adalah cedera pada kumpulan empat otot dan tendon di bahu yang berfungsi menjaga stabilitas dan mengontrol hampir seluruh gerakan lengan Anda. Struktur ini disebut sebagai "dynamic stabilizer" sendi bahu karena menjaga kepala humerus tetap berada di dalam soket glenoid saat bergerak. Masalahnya, nyeri bahu sering dianggap sepele. Padahal berdasarkan penelitian epidemiologi di […]
28/04/2026

Mengenal Trigger Finger: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Meski sering tidak disadari, trigger finger adalah salah satu gangguan tangan yang cukup umum, terutama pada wanita dengan usia 50 tahun ke atas dan pada penderita diabetes. Gangguan ini biasanya berkembang perlahan, mulai dari rasa kaku ringan hingga jari yang benar-benar terkunci. Munculnya masalah ini karena tendon jari mengalami iritasi atau pembengkakan sehingga sulit bergerak […]
25/03/2026

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down