Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Home Blog Ayo Periksa Jantung, Ini Tujuan, Jenis, dan Manfaatnya

Ayo Periksa Jantung, Ini Tujuan, Jenis, dan Manfaatnya

28/05/2024

Pernahkah Anda terpikirkan untuk periksa jantung? Benarkah cek jantung hanya untuk pemilik penyakit jantung?

Padahal pemeriksaan fisik jantung adalah hal penting untuk semua orang lakukan demi meminimalisir masalah
pada jantung. Tujuannya untuk memastikan jantung dalam kondisi sehat juga mencari tahu apakah ada tanda
gangguan dengan jantung yang tidak tubuh sadari.

Dengan pemeriksaan rutin, penyakit akan terdeteksi secara dini dan tubuh mendapat perawatan secara cepat.

Umumnya, ada empat tahapan pemeriksaan jantung. Apabila teridentifikasi ada masalah dengan organ jantung maka
akan ada tes diagnosis lanjutan. Apa saja prosedurnya? Simak selengkapnya di sini.

Siapa yang Memerlukan Pemeriksaan Jantung?

Setiap orang. Meski Anda sehat, Anda tetap membutuhkan cek jantung rutin sedini mungkin.

Apalagi jika Anda berisiko tinggi terserang penyakit jantung, seperti:

  • hipertensi
  • riwayat kolesterol tinggi
  • diabetes
  • obesitas
  • berusia 65 tahun ke atas
  • mempunyai pola makan tidak sehat seperti senang makan junk food, berlemak tinggi, dan garam
  • jarang olahraga
  • perokok dan/atau mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, stress juga bisa memicu masalah jantung.

Mengapa Membutuhkan Periksa Jantung?

Merujuk data dari WHO atau World Health Organization, penyakit kardiovaskular atau CVD menjadi penyebab utama
kematian secara global. 85% dari 17,9 juta orang yang meninggal pada tahun 2019 disebabkan oleh serangan
jantung dan stroke.

Sedangkan merujuk Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) dari Pusdatin tahun 2018, angka kematian di Indonesia
mengalami peningkatan prevalensi PTM atau penyakit tidak menular seperti strok, penyakit sendi, jantung,
diabetes, dan lainnya.

Dan 13% dari kasus kematian terduga karena tidak tertangani atau terlambatnya penanganan pasien sewaktu
mendapat serangan jantung.

Oleh karena itu, penting untuk menjalankan pemeriksaan medis supaya bisa mendeteksi sejak dini terjadinya
masalah jantung. Alhasil, penangannya pun lebih cepat.

Macam-Macam Pemeriksaan Jantung

Periksa Jantung
Pemeriksaan Jantung

Untuk mengetahui bagaimana kondisi jantung terkini, Anda harus melakukan serangkaian medical check
up
.

Selengkapnya, inilah prosedur pemeriksaan jantung.

1. Inspeksi

Inspeksi atau pengecekan visual fisik sederhana. Seperti melihat tampilan sirkulasi darah di leher, mengecek
kelainan bentuk dada, dan mengecek ada tidaknya tonjolan atau pembengkakan di area dada dan perut.

2. Palpasi

Selanjutnya, tenaga medis akan memakai tangannya untuk meraba dan merasakan area dada dan perut untuk
mengecek adanya kelainan selama observasi kesehatan. Hal ini untuk mengetahui apakah detak jantung berdetak
lemah atau keras.

Selain itu, pemeriksaan ini juga berguna untuk memastikan tidak adanya timbunan cairan di bagian tubuh mana
pun.

3. Perkusi

Masih memanfaatkan jari tangan, tahap ketiga yakni perkusi atau mengetuk pada area atas perut dinding dada.

Ketukan jari ini bisa menghasilkan bunyi yang bervariasi. Berdasarkan bunyinya, dokter bisa menentapkan
adanya masalah jantung dan paru-paru (ada cairan) atau massa di perut.

4. Auskultasi

Terakhir, dokter akan memakai stetoskop untuk mendengarkan detak jantung, paru-paru, dan leher atau perut
untuk mengenali adanya masalah.

Diagnosis Gangguan Kesehatan Jantung

Pemeriksaan EKG
Pemeriksaan EKG

Apabila dari keempat pemeriksaan fisik jantung lengkap di atas dokter menemukan kelainan maka Anda harus
melanjutkan tes.

1. Elektrokardiogram

Tes pertama ini akan memberitahu seberapa banyak kerusakan di otot jantung dan letak kerusakannya. Selain
itu, alat ini bisa memantau denyut dan irama jantung.

2. Ekokardiografi

Atau tes pencitraan yang memanfaatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung. Gambar ini bisa
petugas gunakan untuk mempelajari bagaimana jantung berdetak dan memompa darah ke seluruh tubuh.

Tes ini bisa dipakai selama dan setelah mendapat serangan jantung.

Melalui alat ini, petugas mendapatkan informasi adanya luka pada struktur jantung (katup, septum, dan lain
sebagainya) selama gangguan jantung.

3. Cardiac Computerized Tomography (CT) Scan

Selanjutnya CT scan untuk mengetahui atau memeriksa adanya masalah jantung. Ketika menggunakannya,
pasien diharuskan berbaring di dalam mesin. Kemudian tabung sinar-x akan berputar mengitari tubuh untuk
menghasilkan gambar bagian dada, termasuk jantung.

4. Cardiac Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Sama seperti tes sebelumnya, MRI juga mengharuskan pasien untuk berbaring.

Mesin MRI akan menghasilkan medan magnet yang berguna untuk menghasilkan gambar jantung. Yang mana gambar ini
dokter gunakan untuk mengevaluasi masalah di jantung.

5. Tes Darah

Selanjutnya, tes darah untuk mengetahui kadar enzim hati yang lepas ke aliran darah. Jumlah kadar enzim
mengindikasikan kerusakan atau luka otot jantung.

Bukan hanya mengukur kadar enzim, dokter juga bisa menentukan seberapa besar ukuran serangan jantung dan
kapan terjadinya.

Di sisi lain, tes darah bisa untuk mengukur kadar troponin yang menunjukkan adanya seragan jantung. Troponin
adalah protein yang lepas karena adanya luka otot jantung sebab minimnya suplai darah ke jantung.

6. Rontgen

Selain CT scan atau MRI, pasien juga bisa memilih menggunakan rontgen untuk mengetahui informasi semua hal
yang ada di dada hingga tulang belakang. Rontgen dada juga bisa untuk mengenali adanya cairan atau udara di
dalam atau sekitar paru.

Umumnya, rontgen akan dokter berikan untuk menangani kasus nyeri atau cedera dada dan sesak napas.

7. Kateterisasi Jantung

Terakhir, dengan kateterisasi jantung. Dokter akan meletakkan kateter (selang kecil yang lentur) ke pembuluh
darah di selangkangan, lengan, atau leher. Setelahnya, dokter memasangnya melalui pembuluh darah ke aorta
lalu ke jantung. Apabila kateter sudah terpasang, dokter bisa melanjutkan tes.

Kateter bisa berguna untuk mengukur tekanan dalam ruang jantung atau pengambilan sampel darah untuk mengukur
kadar oksigen.

Selain itu, dokter juga bisa mengarahkan kateter ke arteri koroner lalu menyuntikkan zat pewarna yang kontras
untuk mengecek aliran darah. Arteri koroner adalah pembuluh darah ke otot jantung.

Apabila hasil periksa jantung lengkap dan diagnosis menunjukkan adanya kelainan, Anda perlu untuk segera
menghubungi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk medical check up lanjutan. Salah satu
tempat terbaik untuk melakukannya adalah di RS Royal Progress.

Dengan periksa jantung lengkap, Anda sudah mendeteksi dini adanya masalah pada jantung. Apalagi jika Anda
memiliki pola hidup tidak sehat, kerap stres, dan memiliki risiko terserang masalah jantung tinggi.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kami
  • Profil Kesehatan Indonesia 2020 - Pusdatin Kemkes
  • Cardiovascular diseases (CVDs) - World Health Organization
Artikel Lainnya

Sering Diabaikan, Ini 6 Gejala Jantung Lemah yang Perlu Anda Waspadai!

Tangan selalu berkeringat dan basah? Apakah Anda kemudian berpikir bahwa ini gejala jantung lemah? Tenang, Kondisi tersebut tidak selalu berarti kondisi organ jantung Anda lemah. Namun jangan abaikan pula jika Anda merasakan sesuatu pada tubuh, seperti detak jantung yang abnormal atau sesak napas. Oleh karena itu, simak hingga akhir agar Anda bisa mengenali apa saja […]
18/06/2024

Apa Itu Jantung Lemah? Ketahui Cara Mengatasi & Melindunginya

Menurut data dari WHO, kardiovaskular adalah penyebab utama kematian secara global, merenggut sekitar 17,9 juta nyawa setiap tahunnya. Sedangkan lemah jantung atau kardiomiopati, salah satu bentuk penyakit kardiovaskular, bisa menyebabkan kematian mendadak pada penderita yang terkena selama masa kanak-kanak atau remaja. Baca Juga Kardiomiopati atau Lemah Jantung: Penyebab, Gejala & Pengobatannya Pahami Gejala Serangan Jantung […]
12/06/2024

Kardiomiopati atau Lemah Jantung: Penyebab, Gejala & Pengobatannya

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian secara global, yang mengakibatkan tingginya kecacatan atau hilangnya produktivitas. Sementara kardiomiopati adalah salah satu bentuk penyakit kardiovaskular yang jarang terjadi dan sering diabaikan, namun dapat menyebabkan kematian mendadak pada individu yang terkena selama masa kanak-kanak atau remaja. Jika Anda menderita kardiomiopati (cardiomyopathies) atau juga dikenal sebagai lemah jantung, maka jantung […]
11/06/2024
1 2 3 7

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenuchevron-down