
Inovasi Metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) terbukti secara signifikan meningkatkan efektivitas pengobatan serta memberikan manfaat besar bagi pasien yang menderita batu ginjal.
Jakarta, 7 September 2023 – Rumah Sakit Royal Progress (RSRP), yang telah memberikan pelayanan kesehatan selama 31 tahun, kembali memperkuat dedikasi pelayanan kesehatan yang terintegrasi bagi masyarakat dengan menghadirkan solusi penanganan batu ginjal tanpa operasi dengan metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, kini masyarakat sekitar dapat mengakses inovasi solusi pengobatan batu ginjal di RSRP dibawah pengawasan dokter spesialis urologi handal dan terpercaya.
Batu saluran kemih atau lebih dikenal dengan batu ginjal adalah penyakit yang terjadi akibat tingginya kadar zat kimia yang apabila terus menerus menumpuk di ginjal, dapat membentuk kristal yang menyerupai batu yang umumnya terbentuk di ginjal. Penyakit ini umum terjadi di masyarakat dan bahkan menjadi salah satu yang paling banyak ditemui case-nya di klinik pengobatan urologi. Perubahan lingkungan, cuaca, hingga gaya hidup turut mempengaruhi daya tahan tubuh manusia. Batu saluran kemih/ batu ginjal menjadi salah satu penyakit yang tidak dapat dianggap remeh. Apabila tidak segera ditangani, dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi ginjal secara permanen. Indonesia sendiri masuk dalam kelompok negara di dunia yang termasuk dalam daerah “Sabuk Batu” (Stone Belt).
dr. Ivan R. Setiadarma, MM, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, mengatakan, “Kehadiran inovasi ESWL di RSRP menjadi suatu langkah besar bagi kami dalam mewujudkan komitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarakat. Kami harap dengan adanya teknologi ESWL di RS Royal Progress, masyarakat sekitar lebih mendapatkan kemudahan akses terhadap pengobatan terbaik dibawah pengawasan dokter spesialis urologi terbaik. Dengan fasilitas dan sarana prasarana mumpuni, serta dukungan dari tenaga medis profesional bersertifikat yang ahli di bidangnya, kami memiliki misi untuk mencegah, mengobati, dan mendukung proses pemulihan kesehatan bagi seluruh pasien.”
Batu ginjal dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko seperti kurangnya minum air putih, pola konsumsi berlebih makanan yang tinggi kadar garam dan lemak jenuh, ada pula karena faktor genetik, serta lebih rentan dimiliki oleh mereka yang memiliki riwayat obesitas. dr. Johannes Aritonang, B.MedSc, SpU, FICS, Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Royal Progress turut menyampaikan, “Pada umumnya, batu ginjal dalam ukuran kecil memang tidak menimbulkan gejala
sehingga seringkali tidak mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Namun, kalau didiamkan maka batu ginjal akan semakin berukuran besar dan jika sampai tersangkut di area saluran urin, maka akan menyebabkan rasa nyeri hebat di bagian pinggang. Sebenarnya ada beberapa gejala lain yang harus
diperhatikan oleh pasien yaitu nyeri ketika buang air kecil, rasa sakit di area perut yang tidak kunjung hilang, perubahan warna urin, hingga demam. Jika mengalami gejala tersebut, maka harus segera memeriksakan diri.”
Selain menggunakan obat, pengobatan batu ginjal dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan tindakan ESWL untuk kasus batu ginjal yang ukurannya tidak terlalu besar (<2cm). Pengobatan ESWL dilakukan dengan menggunakan alat yang menghasilkan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil. Melalui metode ini, pasien penyakit batu ginjal tak perlu lagi menjalani operasi besar untuk mengambil batu ginjal dari dalam tubuhnya. Jika batu ginjal sudah pecah, maka partikel kecilnya akan keluar secara alami melewati urine.
“Ada beberapa faktor tingkat keberhasilan terhadap terapi atau kesembuhan dari penyakit batu ginjal, seperti ukuran, tingkat kekerasan, dan lokasi batu itu sendiri. Metode ESWL menjadi salah satu solusi efektif dan efisien dalam pengobatan batu ginjal tanpa melalui operasi. Selain memiliki persentase keberhasilan yang cukup tinggi, metode ESWL juga terbukti aman dan minim resiko bagi pasien. Bahkan setelah tindakan, jika tidak ditemukan gejala lainnya, pasien bisa langsung pulang seusai terapi,” tambah dr. Johannes.
Metode ESWL memiliki risiko yang lebih kecil dibanding tindakan operasi konvensional. Disamping itu pemulihan pasien lebih cepat sehingga tidak harus terlalu lama menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun ada beberapa kondisi dimana tindakan ESWL tidak disarankan bagi pasien yaitu dilihat dari ukuran batu ginjal dan kekerasannya, adanya kelainan pembekuan darah, gangguan fungsi ginjal maupun gagal ginjal atau hanya memiliki satu ginjal yang berfungsi baik dan pada wanita hamil. “Bagi pasien yang ingin mengobati sakit batu ginjal yang mereka miliki, dapat memanfaatkan layanan tindakan ESWL di RS Royal Progress, khususnya masyarakat sekitar di Jakarta Utara. RS Royal Progress memiliki sejumlah fasilitas yang lengkap dengan teknologi terkini untuk memberikan pengobatan bagi pasien batu ginjal dengan dukungan alat medis modern dan inovatif,” tutup dr Ivan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ESWL, silahkan kunjungi website resmi Rumah Sakit Royal Progress www.royalprogress.com atau Instagram Resmi Rumah Sakit Royal Progress @rsroyalprogressofficial.

Jakarta, 11 Juli 2026 – Rumah Sakit Royal Progress (RSRP) menjadi sponsor utama pameran charity Deus Ex Machina, sebuah inisiatif yang menggabungkan seni, kesehatan, dan kepedulian sosial untuk mendukung Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Melalui kegiatan ini, sebanyak 30% hasil penjualan karya akan didonasikan bagi anak-anak pejuang kanker di Indonesia.
Pameran ini menampilkan karya-karya dr. Andre Setiawan Suryadi, Sp.B, dokter spesialis bedah RS Royal Progress yang memadukan profesinya sebagai tenaga medis dengan kecintaannya pada seni.
"Selama lebih dari 20 tahun saya mengekspresikan perjalanan hidup melalui seni, saya menyadari bahwa seni dan kedokteran memiliki kesamaan yang mendasar: keduanya berbicara tentang manusia. Sebagai dokter, saya melihat harapan dan perjuangan setiap hari. Melalui seni, saya mencoba membagikan pesan tersebut kepada lebih banyak orang," ujar dr. Andre, dengan pengalamannya yang telah melakukan lebih dari 1.000 operasi sejak menyelesaikan pendidikan kedokteran Spesialis Bedah di tahun 2020.
Acara ini dibuka oleh Dr. dr. Latre Buntaran, Sp.MK(K), Konsultan Mikrobiologi Klinik dan salah satu tokoh medis senior RS Royal Progress. Dengan pengalaman puluhan tahun di bidang kesehatan dan mikrobiologi klinik, beliau menekankan bahwa kesehatan yang baik tidak hanya dibangun melalui pengobatan, tetapi juga melalui edukasi, pencegahan, dan deteksi dini penyakit.
"Tuhan menganugerahkan setiap orang talenta untuk menjadi saluran berkat bagi sesama. Ada yang melayani melalui ilmu pengetahuan, ada yang melalui seni, dan ada yang melalui tindakan nyata bagi masyarakat. Sebagai seorang mikrobiolog, saya belajar bahwa kesehatan tidak hanya berbicara tentang penyakit, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga kehidupan. Oleh karena itu, kami terus mendorong pencegahan dan deteksi dini kanker melalui edukasi, vaksinasi HPV, dan pemeriksaan agar semakin banyak masyarakat tertolong," ujar Dr. dr. Latre.
Sebagai rumah sakit yang telah melayani masyarakat selama lebih dari 35 tahun, RS Royal Progress terus memperkuat program promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, vaksinasi HPV, skrining, mammografi, serta layanan deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kanker. Komitmen ini dilandasi oleh kenyataan bahwa sebagian besar kasus kanker di Indonesia masih ditemukan pada stadium lanjut. Diperkirakan sekitar 70% kasus kanker baru terdiagnosis ketika telah memasuki stadium 3-4, dengan tingkat kematian yang mencapai lebih dari 60%. Padahal, penderita kanker memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih besar bila ditemukan sejak dini melalui pemeriksaan berkala dan skrining yang tepat.
Derice Sumantri, Direktur PT RS Royal Progress, menegaskan bahwa akses terhadap layanan pencegahan dan deteksi dini yang terjangkau merupakan salah satu fokus utama rumah sakit.
"Banyak pasien kanker sudah berada pada stadium lanjut, padahal kondisi tersebut sering kali dapat dihindari melalui edukasi, vaksinasi, dan skrining yang dilakukan lebih awal. Karena itu, RS Royal Progress terus berupaya menghadirkan akses yang lebih mudah dan terjangkau terhadap vaksinasi HPV, mammografi, serta berbagai layanan deteksi dini lainnya bagi masyarakat," ujar Derice.
Melalui Deus Ex Machina, RS Royal Progress ingin menunjukkan bahwa seni, kesehatan, dan kemanusiaan dapat berjalan berdampingan dalam menciptakan dampak yang berarti. Karena pada akhirnya, misi pelayanan kesehatan bukan hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga menjaga kualitas hidup, menghadirkan harapan, dan menjadi berkat bagi sesama.
Jakarta, 7 Oktober 2025 – Sejarah baru dunia olahraga Indonesia akan segera tercipta. Untuk pertama kalinya, Indonesia resmi memperkenalkan Tim Nasional (Timnas) Padel yang bertanding dalam ajang internasional FIP Asia Padel Cup di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dalam upaya memastikan seluruh atlet berada dalam kondisi terbaik, PBPI (Persatuan Besar Padel Indonesia) telah menunjuk Royal Sports sebagai Official Medical Partner. Melalui kemitraan ini, Timnas Padel akan bekerjasama dengan Royal Sports untuk memastikan kesiapan fisik para atlet putra dan putri Indonesia melalui pemeriksaan medis yang menyeluruh sehingga diharapkan dapat berprestasi maksimal di ajang yang berlangsung pada tanggal 17 – 24 Oktober 2025.
Royal Sports didukung oleh tenaga ahli medis lengkap dan terintegrasi. Di bidang Orthopedi, para atlet akan dilakukan screening muskuloskeletal untuk menilai postur, keseimbangan Range of Motion (ROM) hingga kekuatan otot, termasuk pemeriksaan fungsional (Functional Movement Assesment) dan pemeriksaan penunjang seperti X – Ray, USG Muskuloskeletal dan MRI. Pemeriksaan ini dipimpin oleh Dr. dr. Bobby Natanel Nelwan, Sp.OT (K) dan dr. Yanuarso, Sp.OT (K), MH. Kes tenaga ahli dokter spesialis yang sudah berpengalaman dalam penanganan atlet olahraga di Indonesia.
Selain itu, para atlet juga dilengkapi dengan pemeriksaan nutrisi, komposisi tubuh, VO2 Max serta pemeriksaan kesiapan fisik lainnya yang dilakukan oleh dr. Caleb Leonardo Halim, Sp.KO (spesialis Kedokteran Olahraga) dan tim fisioterapi olahraga Royal Sports
Seiring meningkatnya minat terhadap olahraga Padel di Indonesia, jumlah kasus cedera terkait jenis olahraga ini juga ikut semakin bertambah dan bervariasi, hal ini disebabkan gerakan cepat, rotasi tubuh dan gerakan overhead. Beberapa jenis cedera yang sering dialami oleh atlet Padel antara lain Ankle Sprain, Patellar Tendinitis, Meniscus (ACL) Injury, Low Back Pain, Wrist Strain hingga Concussion akibat benturan dinding.
Untuk itu, Royal Sports sebagai salah satu Pusat Layanan Kesehatan Olahraga terdepan di Indonesia, menghadirkan tim spesialis dan sub spesialis khusus yang ahli dalam penanganan cedera akibat olahraga Padel. “Pendekatan holistik berbasis evidence – based medicine menjadi pondasi dalam setiap asessmen, mulai dari pencegahan cedera, pemulihan pasca trauma, hingga peningkatan performa atlet,” ujar dr. Sophia Hage, Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga Royal Sports. “Dengan fasilitas lengkap seperti cryotherapy, stem cell & PRP therapy, IV Bar hingga Emergency Fast Track Access, kami berkomitmen memberikan pelayanan terpadu untuk Timnas Padel dan atlet Indonesia lainnya”.
Royal Sports selama lebih dari satu dekade, telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 20 cabang olahraga, dan dipercaya sebagai Official Medical Partner oleh lebih dari 50 klub, asosiasi dan komunitas olahraga, baik nasional maupun Internasional. Beberapa diantaranya adalah PBSI, PSSI, FPTI, IBL, PORDASI, Federasi Hoki Es Indonesia, Indonesian Master Golf Tournament dan PBPI.
Derice A. Sumantri, CEO Progress Healthcare, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan oleh PBPI (Persatuan Besar Padel Indonesia).
‘Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan atlet PBPI menuju ajang internasional. Royal Sports dan seluruh fasilitas kesehatan Progress Healthcare berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang komprehensif, terintegrasi serta bertaraf internasional. Dukungan ini tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga ikut memastikan atlet Indonesia dapat tampil dengan performa terbaik untuk membela Indonesia di kancah dunia”.
Dengan filosofi “Where Champions Rebuild with Expert Care”, Royal Sports akan selalu hadir untuk mendukung kebutuhan seluruh lini dari mulai atlet professional, pencinta olahraga hingga masyarakat awam -- mulai dari pendampingan di setiap kompetisi, layanan medis darurat 24 jam termasuk program pemulihan pasca cedera -- untuk membantu para atlet professional kembali ke performa terbaik di lapangan dan masyarakat pada umumnya agar mendapatkan manfaat terbaik dari olahraga.
Sebagai bagian dari Progress Healthcare atau yang lebih dikenal dengan RS Royal Progress, salah satu Rumah Sakit Tipe B di Jakarta yang meiliki fasilitas lengkap untuk layanan Sport Medicine, semakin memperkuat posisi Royal Sports sebagai destinasi utama pusat layanan kesehatan olahraga di Indonesia, baik yang bertujuan untuk menjaga kebugaran, peningkatan performa maupun pencegahan cedera secara optimal.

Lebih rentan terjadi pada wanita, varises dapat menyebabkan komplikasi jika tidak mendapat penanganan yang tepat
Jakarta, 2 Mei 2024 – Rumah Sakit Royal Progress (RSRP) menunjukkan dedikasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan terus menghadirkan dukungan fasilitas medis terkini. Menjadi bagian dari dunia medis yang semakin berkembang dengan dukungan inovasi teknologi, RSRP tengah mengembangkan
penanganan varises yang lebih efektif, salah satunya dengan metode laser tanpa bedah agar pasien merasa lebih aman, nyaman, dan minim sayatan.
Varises merupakan kondisi masalah kesehatan yang umum terjadi pada orang dewasa maupun lanjut usia. Penyakit ini timbul ketika pembuluh darah vena menjadi melebar dan berkelok yang disertai dengan gangguan sirkulasi darah di dalamnya. Gangguan sirkulasi darah tersebut dapat menyebabkan sumbatan aliran darah melalui vena untuk kembali ke jantung sehingga darah mencoba menembus katup dari sistem penyambung. Hal ini dapat menyebabkan rasa pegal dan ketidaknyamanan setelah melakukan aktivitas seperti berdiri dan berjalan lama pada penderitanya. Meskipun tidak berbahaya, apabila dibiarkan varises dapat menyebabkan komplikasi pada sistem pembuluh darah dan mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Pengobatan varises sebenarnya dapat dilakukan dengan berbagai cara dan salah satunya yang dikenal efektif dan terkini yaitu dengan metode laser. Metode ini dikenal dengan nama Endovenous Laser Ablation (EVLA), yang merupakan salah satu metode pengobatan varises tanpa melakukan pembedahan besar atau minimal invasif. dr. Ivan R. Setiadarma, MM, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, mengatakan, “Varises seringkali dianggap sepele, padahal jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi berkepanjangan. Di RS Royal Progress, kami memiliki jajaran dokter spesialis vaskular dan endovaskular
handal serta dukungan teknologi medis terkini yang dapat membantu menangani permasalahan varises pada pasien. Untuk penanganan varises yang lebih intensif, kami menawarkan Metode EVLA sebagai salah satu terapi pilihan utama yang memiliki kelebihan waktu perawatan lebih singkat, rasa nyeri yang minim dan tidak menimbulkan bekas luka yang besar pada pasien.”
Hadirnya metode EVLA di RS Royal Progress menjadi suatu langkah besar dalam mewujudkan komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh dan terintegrasi pada masyarakat, terutama sekitar Sunter, Jakarta Utara. Proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan melibatkan penggunaan laser endovenous yang diarahkan ke dalam vena yang terganggu melalui kateter. Laser ini menghasilkan panas yang berfungsi untuk dapat menutup vena yang bermasalah yang dapat memungkinkan perbaikan yang tepat dan signifikan. Dengan metode EVLA yang efektif dan minimal invasif, tingkat keberhasilan penyembuhan akan meningkat dan cepat. Resiko terjadinya varises, 2 kali lebih rentan dialami oleh wanita dibandingkan pria. Faktor penyebabnya antara lain yaitu seiring dengan pertambahan usia, katup vena mengalami penuaan sehingga darah lebih rentan menumpuk dan perubahan hormon yang terjadi sebelum periode menstruasi, masa kehamilan hingga menopause juga dapat mengendurkan dinding vena.
Selain itu, faktor genetik, tekanan darah yang tinggi, kelebihan berat badan serta gaya hidup yang tidak sehat juga memicu terjadinya varises. Adapun kondisi medis tertentu seperti deep vein thrombosis yang juga dapat merusak dinding vena dan meningkatkan resiko varises. dr. Hendra Wibowo, SpB.Subsp.BVE (K) Dokter Spesialis Bedah Sub Spesialis BVE Rumah Sakit Royal Progress turut menyampaikan, “Dalam kasus varises yang beragam, penderitanya memiliki gejala yang
berbeda-beda dan unik bahkan ada beberapa yang tidak menimbulkan gejala signifikan. Keluhan yang umumnya terjadi yaitu berupa pegal, nyeri dan terlihat urat-urat halus yang menonjol di sekitar betis belakang. Untuk kasus pada tingkat yang paling parah yaitu luka atau ulkus yang sulit disembuhkan. Karena sering terjadi tanpa gejala tadi, penderitanya menganggap sepele dan biasanya sudah terjadi dalam waktu yang lama yang akhirnya baru dilakukan pengobatan setelah tingkat lanjut. Maka dari itu, pengobatan ataupun terapi dapat dilakukan sesegera mungkin apabila sudah mengalami gejala-gejala yang dirasa mendekati varises.”
Varises dapat menyebabkan berbagai dampak dan hambatan yang dapat terjadi pada penderita, yaitu menurunkan kepercayaan diri karena dapat mengganggu penampilan dan secara fungsional akan mengganggu aktivitas fisik penderita karena timbulnya keluhan pegal dan linu. Apabila hingga terjadi luka pada pembuluh darah maka dapat menimbulkan infeksi.
“Perawatan untuk varises biasanya melibatkan pemakaian stoking kompresi untuk membantu mengurangi pembengkakan. Dalam kasus yang parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat varises yang sangat besar atau mengganggu. Sedangkan, dalam kasus yang masih dapat dilakukan terapi, perawatan lain seperti skleroterapi (suntikan untuk menutup pembuluh darah yang terkena atau pembedahan mungkin diperlukan). Dokter akan dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan terbaik berdasarkan tingkat keparahan kondisi varises pasien,” tambah dr. Hendra. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah varises, yaitu menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara rutin, istirahat teratur selama waktu duduk atau berdiri yang lama, dan mengangkat
kaki Anda jika memungkinkan supaya tidak diam terlalu lama. Dengan perawatan yang tepat, pasien dengan permasalahan varises dapat mengelola kondisi mereka
dan mengalami sedikit atau tanpa ketidaknyamanan atau komplikasi darinya. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Sub Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular di RS Royal Progress untuk mengetahui pengobatan terbaik untuk Anda. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website resmi Rumah Sakit Royal Progress www.royalprogress.com

Minimal Invasif menjadi salah satu metode aman yang kerap diminati oleh pasien RS Royal Progress dalam menangani berbagai kasus bedah.
Jakarta, 11 Oktober 2023 – Rumah Sakit Royal Progress (RSRP), yang telah melayani selama lebih dari 31 tahun, selalu berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarakat.
Menjadi bagian dari dunia medis yang semakin berkembang dengan dukungan inovasi teknologi, RSRP tengah mengembangkan penerapan operasi dengan Metode Minimal Invasif agar pasien merasa lebih aman, nyaman, dan minim sayatan.
Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, RSRP yang menjadi salah satu rumah sakit unggulan di kawasan ini, memiliki jajaran dokter spesialis bedah yang lengkap dan berpengalaman untuk melakukan tindakan operasi minimal invasif.
Dalam satu dekade terakhir, ilmu medis dan kedokteran kerap berkembang dengan cepat — tentunya perkembangan inovasi dan teknologi turut ambil andil dalam perkembangan tersebut. Teknologi yang semakin terdepan menjadi pembuka jalan dan harapan baru bagi pasien untuk mendapatkan prosedur dan proses pengobatan yang lebih baik, termasuk tindakan operasi atau pembedahan.
Operasi yang dulunya dianggap sebagai suatu hal yang menakutkan, kini semakin dipermudah berkat metode minimal invasif dengan teknik laparoskopi tanpa mengabaikan keselamatan pasien.
dr. Ivan R. Setiadarma, MM, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, mengatakan, “Kami kerap mengadopsi dan mengembangkan bermacam teknik dan metode hingga teknologi penunjang medis terbaru untuk memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan pelayanan terbaik dari rumah sakit kami.
Sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Jakarta Utara, kami berkomitmen mengutamakan keamanan dan kesembuhan pasien dalam pengobatan.”
Berbagai macam operasi metode minimal invasif dapat dilakukan, salah satunya yaitu Laparoskopi. Operasi ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu kamera, monitor dan instrumen khusus dalam melakukan pembedahan melalui layar monitor tanpa melihat dan menyentuh anggota badan pasien.
dr. Ika Megatia, B.MedSc, SpB, FINACS, FICS , merupakan salah satu dokter spesialis bedah di RS Royal Progress yang telah berpengalaman dalam menangani berbagai kasus bedah seperti Wasir, Usus Buntu, Hernia (turun berok), Sirkumsisi (sunat), Benjolan Payudara dan jaringan lunak lainnya.
Dalam hal ini, dr. Ika menyampaikan bahwa metode Minimal Invasif dapat digunakan bukan hanya sebagai terapi atau pengobatan saja, namun juga digunakan sebagai langkah mendiagnosa berbagai jenis penyakit rongga abdomen dan kasus cidera organ perut pada kasus kecelakaan.
Jika pada operasi konvensional dilakukan pembedahan terbuka dengan sayatan yang relatif besar, maka dengan tindakan minimal invasif, luka operasi yang dihasilkan berukuran kecil hanya berkisar antara 5–15 mm sehingga rasa sakit setelah pembedahan jauh berkurang dan pemulihan pasca tindakan lebih cepat.
“Minimal invasif menjadi primadona di kalangan pasien bedah dikarenakan keunggulannya, yaitu luka sayatan yang kecil, kemungkinan terjadinya risiko infeksi luka paska operasi sangat kecil, pasien dapat pulih lebih cepat dan tentunya metode ini sangat aman dapat dilakukan bagi pasien sesuai dengan hasil diagnosanya.
Umumnya prosedur bedah dilakukan menggunakan alat-alat bedah kecil yang akan membuat sayatan kecil di area yang telah ditentukan. Kemudian melalui sayatan tersebut, dokter akan menyelesaikan proses operasi dan setelahnya sayatan tersebut akan dijahit. Karena sayatan yang dilakukan berukuran kecil, maka bekas luka jahitan pun lebih kecil dibandingkan dengan bedah terbuka.”
Tak hanya itu, rasa sakit dan efek samping yang dirasakan pasien juga lebih minimal dibandingkan operasi konvensional. Hal ini bisa berdampak positif pada psikologis pasien sebelum melakukan tindakan, karena persiapan yang matang bukan hanya diperlukan dari sisi tim medis saja, pasien juga perlu siap melakukan operasi agar operasi berjalan lancar,” tambah dr. Ika.
RS Royal Progress selalu berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarakat. Dengan menghadirkan operasi aman melalui Metode Minimal Invasif, masyarakat sekitar lebih mendapatkan kemudahan akses terhadap pengobatan terbaik di bawah pengawasan dokter spesialis bedah profesional dan berpengalaman kurang lebih dari 15 tahun serta mewujudkan komitmen rumah sakit yang mengedepankan keamanan pasien dalam seluruh pelayanan kesehatan.
“Harapan kami, ke depannya nanti RS Royal Progress dapat menjadi mitra layanan kesehatan terpercaya yang dapat menjadi partner andalan masyarakat dalam bersama-sama mewujudkan hidup yang lebih sehat dan bermakna,” tutup dr. Ivan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Metode Minimal Invasif dan layanan poli bedah, silahkan kunjungi website resmi Rumah Sakit Royal Progress: www.royalprogress.com

Inovasi Metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) terbukti secara signifikan meningkatkan efektivitas pengobatan serta memberikan manfaat besar bagi pasien yang menderita batu ginjal.
Jakarta, 7 September 2023 – Rumah Sakit Royal Progress (RSRP), yang telah memberikan pelayanan kesehatan selama 31 tahun, kembali memperkuat dedikasi pelayanan kesehatan yang terintegrasi bagi masyarakat dengan menghadirkan solusi penanganan batu ginjal tanpa operasi dengan metode Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, kini masyarakat sekitar dapat mengakses inovasi solusi pengobatan batu ginjal di RSRP dibawah pengawasan dokter spesialis urologi handal dan terpercaya.
Batu saluran kemih atau lebih dikenal dengan batu ginjal adalah penyakit yang terjadi akibat tingginya kadar zat kimia yang apabila terus menerus menumpuk di ginjal, dapat membentuk kristal yang menyerupai batu yang umumnya terbentuk di ginjal. Penyakit ini umum terjadi di masyarakat dan bahkan menjadi salah satu yang paling banyak ditemui case-nya di klinik pengobatan urologi. Perubahan lingkungan, cuaca, hingga gaya hidup turut mempengaruhi daya tahan tubuh manusia. Batu saluran kemih/ batu ginjal menjadi salah satu penyakit yang tidak dapat dianggap remeh. Apabila tidak segera ditangani, dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi ginjal secara permanen. Indonesia sendiri masuk dalam kelompok negara di dunia yang termasuk dalam daerah “Sabuk Batu” (Stone Belt).
dr. Ivan R. Setiadarma, MM, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, mengatakan, “Kehadiran inovasi ESWL di RSRP menjadi suatu langkah besar bagi kami dalam mewujudkan komitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarakat. Kami harap dengan adanya teknologi ESWL di RS Royal Progress, masyarakat sekitar lebih mendapatkan kemudahan akses terhadap pengobatan terbaik dibawah pengawasan dokter spesialis urologi terbaik. Dengan fasilitas dan sarana prasarana mumpuni, serta dukungan dari tenaga medis profesional bersertifikat yang ahli di bidangnya, kami memiliki misi untuk mencegah, mengobati, dan mendukung proses pemulihan kesehatan bagi seluruh pasien.”
Batu ginjal dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko seperti kurangnya minum air putih, pola konsumsi berlebih makanan yang tinggi kadar garam dan lemak jenuh, ada pula karena faktor genetik, serta lebih rentan dimiliki oleh mereka yang memiliki riwayat obesitas. dr. Johannes Aritonang, B.MedSc, SpU, FICS, Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Royal Progress turut menyampaikan, “Pada umumnya, batu ginjal dalam ukuran kecil memang tidak menimbulkan gejala
sehingga seringkali tidak mendapat perhatian khusus dari masyarakat. Namun, kalau didiamkan maka batu ginjal akan semakin berukuran besar dan jika sampai tersangkut di area saluran urin, maka akan menyebabkan rasa nyeri hebat di bagian pinggang. Sebenarnya ada beberapa gejala lain yang harus
diperhatikan oleh pasien yaitu nyeri ketika buang air kecil, rasa sakit di area perut yang tidak kunjung hilang, perubahan warna urin, hingga demam. Jika mengalami gejala tersebut, maka harus segera memeriksakan diri.”
Selain menggunakan obat, pengobatan batu ginjal dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan tindakan ESWL untuk kasus batu ginjal yang ukurannya tidak terlalu besar (<2cm). Pengobatan ESWL dilakukan dengan menggunakan alat yang menghasilkan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil. Melalui metode ini, pasien penyakit batu ginjal tak perlu lagi menjalani operasi besar untuk mengambil batu ginjal dari dalam tubuhnya. Jika batu ginjal sudah pecah, maka partikel kecilnya akan keluar secara alami melewati urine.
“Ada beberapa faktor tingkat keberhasilan terhadap terapi atau kesembuhan dari penyakit batu ginjal, seperti ukuran, tingkat kekerasan, dan lokasi batu itu sendiri. Metode ESWL menjadi salah satu solusi efektif dan efisien dalam pengobatan batu ginjal tanpa melalui operasi. Selain memiliki persentase keberhasilan yang cukup tinggi, metode ESWL juga terbukti aman dan minim resiko bagi pasien. Bahkan setelah tindakan, jika tidak ditemukan gejala lainnya, pasien bisa langsung pulang seusai terapi,” tambah dr. Johannes.
Metode ESWL memiliki risiko yang lebih kecil dibanding tindakan operasi konvensional. Disamping itu pemulihan pasien lebih cepat sehingga tidak harus terlalu lama menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun ada beberapa kondisi dimana tindakan ESWL tidak disarankan bagi pasien yaitu dilihat dari ukuran batu ginjal dan kekerasannya, adanya kelainan pembekuan darah, gangguan fungsi ginjal maupun gagal ginjal atau hanya memiliki satu ginjal yang berfungsi baik dan pada wanita hamil. “Bagi pasien yang ingin mengobati sakit batu ginjal yang mereka miliki, dapat memanfaatkan layanan tindakan ESWL di RS Royal Progress, khususnya masyarakat sekitar di Jakarta Utara. RS Royal Progress memiliki sejumlah fasilitas yang lengkap dengan teknologi terkini untuk memberikan pengobatan bagi pasien batu ginjal dengan dukungan alat medis modern dan inovatif,” tutup dr Ivan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan ESWL, silahkan kunjungi website resmi Rumah Sakit Royal Progress www.royalprogress.com atau Instagram Resmi Rumah Sakit Royal Progress @rsroyalprogressofficial.
