Logo RS Royal Progress
Menu
Layanan Pelanggan
(021) 6400261
Buat Janji Temu
Hubungi IGD
Whatsapp
Home Blog 9 Cara Mengatasi Maag Supaya Tidak Kambuh Lagi
Home Blog 9 Cara Mengatasi Maag Supaya Tidak Kambuh Lagi

9 Cara Mengatasi Maag Supaya Tidak Kambuh Lagi

18/04/2024

Bagi yang biasa terkena penyakit maag atau dispepsia, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi maag. Dengan mengetahui cara menangani penyakit maag secara efektif agar Anda dapat menghindari dan mencegah maag tidak kambuh lagi.

Gejala-gejala penyakit maag ini bisa termasuk rasa sakit, mual, muntah, dan kembung. Sementara penyebab maag biasanya tidak diketahui, ada beberapa kemungkinan penyebab yang dapat menyebabkan gejala ini. Beberapa penyebab dispepsia yang paling umum termasuk GERD, gastritis, dan alergi atau intoleransi makanan. Selain itu, masalah dengan pankreas atau hati juga dapat menyebabkan dispepsia.

Dalam beberapa kasus, faktor gaya hidup seperti merokok atau minum alkohol juga dapat menyebabkan gejala ini. Jika Anda mengalami salah satu gejala penyakit maag, penting untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis penyakit dalam untuk menentukan penyebabnya dan mencari pengobatan yang tepat.

Cara Mengatasi Maag

Cara Mengatasi Maag
Cara Mengatasi Maag

Maag atau Dispepsia dapat menyebabkan penderitaan yang signifikan dan dapat melemahkan jika tidak dikelola dengan baik. Perawatan biasanya melibatkan perubahan gaya hidup dan juga melalui pengobatan. Mengetahui cara mengatasi maag secara efektif dapat membuat hidup Anda lebih nyaman.

1. Makan dalam porsi kecil dan lebih sering

Makan dalam porsi kecil dan lebih sering dapat membantu mengurangi gejala dengan menghindari makan berlebihan dan membiarkan perut mencerna makanan secara perlahan dan mantap.

2. Kunyah makanan dengan perlahan

Saat Anda makan, penting untuk melakukannya perlahan dan mengunyah makanan Anda dengan baik. Ini akan membantu Anda merasa kenyang setelah makan lebih sedikit dan memungkinkan tubuh Anda untuk mencerna makanan dengan baik. Anda juga akan cenderung tidak makan berlebihan jika Anda makan perlahan dan mengunyah makanan dengan baik.

3. Batasi Konsumsi Makanan Pedas, Asam dan Berlemak

Makanan pedas, asam, dan berlemak adalah pemicu paling umum dari dispepsia atau penyakit maag. Jika Anda mengalami dispepsia setelah makan makanan pedas, asam, atau berlemak, Anda mungkin perlu membatasi konsumsi makanan tersebut.

Konsumsi Makanan tinggi lemak tidak sehat dapat menyebabkan penambahan berat badan, penyakit jantung, dan kondisi kesehatan kronis lainnya. Dalam beberapa kasus, mungkin perlu untuk menghindari makanan ini sama sekali. Bicaralah dengan dokter jika Anda menderita penyakit maag.

4. Jangan Langsung Tidur setelah Makan

Saat Anda makan, perut Anda harus bekerja keras untuk mencerna semua makanan. Jika Anda langsung tidur setelah makan, perut Anda masih akan bekerja keras dan Anda mungkin terbangun dengan perasaan tidak nyaman atau sakit. Sebaiknya tunggu setidaknya 1 atau 2 jam setelah Anda makan sebelum tidur. Ini akan memberi waktu perut Anda untuk mencerna makanan.

5. Tetap terhidrasi dengan minum banyak air

Air sangat penting untuk kesehatan yang baik dan menjadi salah satu cara mengatasi maag. Ketika tubuh Anda mengalami dehidrasi, tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik, yang dapat menyebabkan dispepsia. Minum 8 gelas air per hari untuk menjaga tubuh Anda terhidrasi dan membantu mencegah dispepsia sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI.

Selain air putih, minumlah cairan lain seperti jus buah, jus sayuran, dan teh herbal. Makan banyak buah dan sayuran, yang tinggi kandungan air dan membantu Anda tetap terhidrasi.

6. Hindari minumam soda, berkarbonasi, kafein dan Alkohol

Salah satu cara terbaik untuk mencegah dispepsia adalah dengan menghindari soda dan minuman berkarbonasi lainnya. Minuman ini dapat menyebabkan perut kembung dan gas. Anda juga harus menghindari kafein dan minuman beralkohol, yang keduanya dapat mengiritasi lapisan perut.

7. Rajin Berolahraga

Salah satu cara mengatasi maag adalah rajin berolahraga. Olahraga membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Ini juga membantu menjaga berat badan, yang juga dapat membantu mencegah dispepsia.

Latihan aerobik sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Jadi cobalah untuk melakukan setidaknya 30 menit aktivitas aerobik hampir setiap hari dalam seminggu.

8. Stop Merokok

Berhenti Merokok
Stop merokok agar terhindar dari maag

Saat Anda merokok, Anda meningkatkan risiko terkena dispepsia karena merokok mengiritasi lapisan perut dan membuat perut lebih sulit mencerna makanan dengan benar. Merokok juga menurunkan jumlah aliran darah ke perut, yang dapat menyebabkan masalah seperti gastritis dan bisul.

9. Minum Obat Maag

Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati dispepsia antara lain antasida. Konsumsi obat-obatan ini sangat penting dilakukan sesuai anjuran dokter. Karena terkadang, ada efek samping atau reaksi yang berbeda antar orang saat mengkonsumsi obat.

Cara mengatasi maag yang telah disebutkan diatas bertujuan sebagai langkah pencegahan agar tidak terkena maag kronis ataupun agar maag tidak berkembang menjadi komplikasi.

Jika masalah penyakit maag Anda belum teratasi, Tim Spesialis Penyakit Dalam RS Royal Progress dapat membantu Anda memberikan konsultasi dan pengobatan penyakit maag, agar penyakit maag Anda tidak kambuh lagi.

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter
Dengan lebih dari 90 dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Artikel Pilihan

Prosedur EVLA untuk Pengobatan Varises: Cara Kerja & Keunggulannya

Selain memberikan dampak estetik yang tidak Anda inginkan, varises juga dapat menyebabkan gejala yang kurang nyaman, seperti nyeri, pembengkakan, dan sensasi berat pada kaki. Untungnya, perkembangan teknologi medis telah membawa inovasi dalam pengobatan varises, salah satunya dengan endovenous laser ablation (EVLA). Artikel ini akan membahas apa itu EVLA, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja keuntungannya. Apa Itu […]
16/05/2024

Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati & Mencegahnya

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri perut bagian kanan bawah dan menjadi semakin parah ketika mendiamkannya? Mungkin Anda mengalami gejala radang usus buntu. Meski istilah ini cukup familiar, namun jangan sepelekan kondisi ini karena bisa memicu komplikasi serius! Untuk itu, pahami definisi, penyebab radang usus buntu dan cara mengatasinya, hingga proses diagnosis secara medis untuk mendeteksi […]
16/05/2024

DSA (Digital Subtraction Angiography) - Tindakan Revolusioner dalam Pemeriksaan dan Penanganan Pembuluh Darah

Perkembangan teknologi di bidang medis berkembang sangat pesat. Banyak inovasi baru terus bermunculan dalam bidang kedokteran. Salah satu terobosan yang signifikan dan revolusioner adalah DSA singkatan dari Digital Subtraction Angiography. Apa itu DSA? DSA adalah singkatan dari Digital Subtraction Angiography, suatu tindakan berupa teknik pencitraan medis dengan menggunakan sinar-X pada arteri dan vena. Teknik ini […]
29/04/2024

Berbagai Jenis Gangguan Pernapasan, Gejala, dan Pengobatannya

Timbulnya gejala gangguan pernapasan bisa terasa sangat tidak nyaman dan mengurangi kualitas hidup kita sehari-hari. Gangguan pernapasan umumnya terkait dengan kondisi patologis, yang berdampak pada sistem pernapasan, termasuk paru-paru. Sebagian memang cukup ringan seperti flu biasa, namun bisa juga memicu penyakit yang mengancam jiwa, yaitu pneumonia, kanker paru-paru, PPOK, dan sebagainya. Baca Juga Fakta dan […]
02/04/2024

Punya sakit maag? Pahami gejala dan pengobatannya!

Maag sering dikatakan sebagai penyakit yang tidak berbahaya bahkan terkadang dapat diremehkan oleh banyak orang. Padahal maag bisa menjadi penyakit serius jika sudah memasuki tahap komplikasi. Apa yang dimaksud dengan maag? Mari kita bahas dalam artikel kesehatan berikut. Pengertian Sakit Maag Sakit Maag dalam istilah medis disebut juga dengan Dispepsia yang aritnya penyakit diakibatkan adanya gangguan pada […]
15/03/2024
Artikel Lainnya

Waspada Flu Singapura, Ini Penyebab, Gejala, Cara Mengobatinya

Serangan flu singapura di Indonesia, per Maret 2024 lalu telah mencapai 5.461 kasus. Namun jangan khawatir, sebab flu singapura atau yang juga dikenal sebagai HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease), akan membaik dengan sendirinya dalam 7 hingga 10 hari. Oleh karena itu, agar Anda menanganinya sendiri di rumah, pahami dan kenali apa saja penyebab, gejala, […]
07/06/2024

Mengenal Anemia Aplastik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Anemia aplastik merupakan kondisi langka namun potensial mengancam jiwa yang ditandai dengan penurunan jumlah semua jenis sel darah. Gangguan ini terjadi ketika sumsum tulang gagal memproduksi jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang memadai. Sering disebut sebagai "sindrom kegagalan sumsum tulang", anemia aplastik memerlukan perhatian dan pemahaman segera karena tingkat keparahan dan […]
28/05/2024

Sering Nyeri Dada Tengah? Ini Penyebab & Langkah Tepat Menanganinya

Nyeri dada tengah merupakan salah satu gejala medis yang sering kali memicu kekhawatiran dan kepanikan. Bukan tanpa alasan, sebab nyeri ini bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi kesehatan, bahkan beberapa di antaranya mungkin berbahaya. Meskipun tidak semua nyeri dada tengah bersifat serius, tetapi sangat penting untuk tidak mengabaikannya. Hal ini karena bisa menjadi isyarat awal […]
16/05/2024
LOGO-RUMAH-SAKIT-ROYAL-PROGRESS_resize 2
logo-emergencyterakreditasi
crossmenu