KB pasca persalinan adalah penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan, dengan tujuan mengatur jarak kehamilan berikutnya. Topik ini sering terlewat karena perhatian pada masa nifas lebih banyak tertuju pada pemulihan ibu dan perawatan bayi, sementara kesuburan sebenarnya dapat kembali lebih cepat dari yang diperkirakan.
Banyak ibu menganggap menyusui secara otomatis mencegah kehamilan. Dalam kondisi tertentu hal ini benar, tetapi dengan syarat yang cukup ketat dan hanya berlaku sampai jangka waktu tertentu. Bila syaratnya tidak terpenuhi, peluang kehamilan tetap terbuka meski ibu sedang menyusui.
Mengatur jarak kehamilan bukan semata soal jumlah anak. Jarak yang terlalu dekat memberi waktu pemulihan lebih sedikit bagi tubuh ibu, sementara kebutuhan bayi sebelumnya juga masih besar. Karena itu, perencanaan kontrasepsi sebaiknya dibicarakan sebelum pulang dari rumah sakit, bukan setelah masalah muncul.
Baca Juga:
Artikel ini membahas apa itu KB pasca persalinan, mengapa penting, kapan boleh dimulai setelah melahirkan dan setelah keguguran, pilihan metode yang sesuai ibu menyusui, hingga metode yang perlu dihindari pada kondisi tertentu.
KB pasca persalinan adalah penggunaan metode kontrasepsi pada masa setelah melahirkan, umumnya dimulai dalam periode nifas hingga beberapa bulan berikutnya. Tujuannya mencegah kehamilan yang terlalu cepat sekaligus memberi ibu waktu memulihkan kondisi tubuh.
Dalam pelayanan kesehatan, program ini juga dikenal melalui istilah pelayanan KB pasca persalinan, yang mencakup konseling sebelum persalinan, pemberian kontrasepsi segera setelah melahirkan, serta pemantauan pada kunjungan nifas.
Karena ibu dan bayi biasanya sudah berada di fasilitas kesehatan saat persalinan, momen tersebut menjadi kesempatan paling praktis untuk memulai kontrasepsi. Sebagian metode bahkan dapat dipasang sebelum ibu pulang.
Kesuburan dapat kembali lebih cepat daripada yang umum diperkirakan. Pada perempuan yang tidak menyusui secara eksklusif, ovulasi dapat terjadi dalam hitungan minggu setelah melahirkan, bahkan sebelum haid pertama muncul kembali.
Hal ini menjelaskan mengapa kehamilan dapat terjadi meski ibu belum mengalami haid. Tanpa kontrasepsi, tidak ada cara memastikan kapan masa subur pertama pascapersalinan akan datang.
Selain itu, jarak kehamilan yang memadai membantu tubuh ibu memulihkan cadangan gizi dan energi. Pada ibu yang menjalani persalinan dengan penyulit atau tindakan operasi, waktu pemulihan yang cukup menjadi lebih penting lagi.
Kapan KB boleh dimulai setelah melahirkan bergantung pada metode yang dipilih. Sebagian metode dapat dimulai segera, sedangkan sebagian lain perlu menunggu.
Waktu yang tepat perlu ditentukan dokter dengan mempertimbangkan kondisi persalinan, cara melahirkan, dan rencana menyusui Anda.
Ibu menyusui memiliki pertimbangan tambahan, yaitu menjaga produksi air susu tetap optimal. Karena itu, metode berbasis progestin umumnya menjadi pilihan yang lebih dulu dipertimbangkan.

Pilihan yang sering digunakan meliputi:
Metode menyusui sebagai kontrasepsi alami memiliki syarat yang harus dipenuhi sekaligus, yaitu menyusui secara eksklusif, belum kembali haid, dan bayi berusia kurang dari enam bulan. Bila salah satu syarat tidak terpenuhi, metode ini tidak lagi dapat diandalkan.
KB pasca keguguran juga perlu diperhatikan. Setelah keguguran, kesuburan dapat kembali dalam waktu relatif singkat, sehingga kontrasepsi sebaiknya direncanakan tidak lama setelah kondisi ibu stabil.
Sebagian metode dapat dimulai segera setelah keguguran, termasuk alat kontrasepsi dalam rahim dan implan, tergantung kondisi dan penilaian dokter. Metode hormonal umumnya juga dapat dimulai pada masa tersebut, dengan pertimbangan kondisi klinis.
Bila Anda mengalami keguguran dan belum merencanakan kehamilan berikutnya, sebaiknya tanyakan mengenai pilihan kontrasepsi pada kunjungan kontrol. Rasa berduka tidak menghapus kebutuhan akan perencanaan ini.
Sebagian metode kurang sesuai untuk kondisi tertentu. Metode kombinasi yang mengandung estrogen umumnya dihindari pada masa awal nifas, pada ibu dengan riwayat penggumpalan darah, atau pada mereka dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkendali.
Alat kontrasepsi dalam rahim perlu penilaian lebih dulu bila terdapat dugaan infeksi pada masa persalinan atau kondisi tertentu pada rahim. Sementara itu, metode permanen seperti tubektomi hanya sesuai bagi yang sudah yakin tidak merencanakan kehamilan lagi.
Karena penilaiannya bergantung pada kondisi masing-masing, konseling dengan tenaga kesehatan menjadi langkah yang tidak dapat dilewati.
Konsultasikan ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk merencanakan kontrasepsi pasca persalinan, terutama bila Anda melahirkan dengan tindakan operasi, memiliki penyakit tertentu, atau sedang menyusui. Segera periksa bila muncul keluhan nyeri hebat, perdarahan banyak, atau tanda infeksi setelah pemasangan alat kontrasepsi.
Poli Kandungan dan Kebidanan RS Royal Progress melayani konsultasi keluarga berencana, termasuk perencanaan kontrasepsi pasca persalinan dan pemasangan alat kontrasepsi. Jadwal praktek dokter dan pembuatan appointment dapat diakses dengan mudah melalui website RS Royal Progress.
