Ciri ciri kehamilan ektopik yang paling khas adalah nyeri perut bagian bawah disertai perdarahan ringan, pada seseorang yang hasil tes kehamilannya positif. Keluhan ini sering disalahartikan sebagai tanda kehamilan biasa atau ancaman keguguran, padahal kehamilan ektopik dapat berubah menjadi kondisi darurat dalam hitungan jam.
Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan tumbuh di luar rongga rahim, paling sering di saluran tuba. Karena saluran tuba bukan tempat yang mampu menampung pertumbuhan embrio, kehamilan ini tidak dapat berlanjut hingga cukup bulan dan berisiko pecah bila dibiarkan.
Masalahnya, pada tahap awal kehamilan ektopik sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Banyak perempuan merasa hamil seperti biasa, bahkan tetap melihat hasil tes kehamilan yang positif. Karena itu, pemeriksaan USG pada awal kehamilan bukan sekadar memastikan kehamilan, tetapi juga memastikan lokasinya.
Artikel ini menjelaskan apa itu ektopik, penyebabnya, ciri ciri hamil ektopik termasuk pada usia 4 sampai 6 minggu, cara diagnosis, pilihan penanganan, hingga tanda bahaya yang mengharuskan Anda segera ke instalasi gawat darurat.
Ektopik adalah istilah medis yang berarti berada di tempat yang tidak semestinya. Pada kehamilan ektopik, sel telur yang dibuahi menempel di luar rongga rahim, umumnya di saluran tuba yang menghubungkan indung telur dengan rahim.

Dalam istilah Inggris, kondisi ini disebut ectopic pregnancy atau tubal pregnancy bila terjadi di saluran tuba. Karena letaknya di luar rahim, jaringan kehamilan tidak memiliki ruang dan dukungan pembuluh darah yang memadai untuk berkembang. Bila terus tumbuh, saluran tuba dapat meregang lalu pecah.
Pecahnya saluran tuba menimbulkan perdarahan ke dalam rongga perut. Inilah yang menjadikan kehamilan ektopik berbahaya: perdarahan tersebut tidak terlihat dari luar, sementara jumlah darah yang hilang bisa cukup banyak. Karena itu, kehamilan ektopik termasuk kondisi yang perlu dikenali sejak dini, bukan ditunggu sampai keluhan berat muncul.
Kehamilan ektopik terjadi ketika perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju rahim terhambat. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hambatan tersebut antara lain:
Perlu dipahami bahwa memiliki satu atau beberapa faktor risiko tidak berarti kehamilan pasti ektopik. Sebagian kasus bahkan terjadi pada perempuan tanpa faktor risiko yang jelas.

Ciri ciri hamil ektopik pada tahap awal sering menyerupai kehamilan biasa. Yang membedakan adalah munculnya keluhan tertentu pada trimester pertama, terutama nyeri dan perdarahan.
Keluhan yang perlu dicurigai meliputi:
Nyeri bahu termasuk keluhan yang sering tidak disadari sebagai tanda bahaya. Padahal pada kehamilan ektopik, nyeri bahu dapat menandakan perdarahan internal yang sudah berlangsung.
Pada usia kehamilan 4 sampai 6 minggu, keluhan kehamilan ektopik umumnya masih ringan dan mudah diabaikan. Pada tahap ini, embrio masih kecil sehingga belum meregang saluran tuba secara berarti.
Keluhan yang bisa muncul berupa nyeri ringan pada satu sisi panggul, perdarahan sedikit berbentuk bercak, atau rasa tidak nyaman yang menetap. Sebagian perempuan bahkan tidak merasakan apa pun dan baru mengetahui kondisi ini saat pemeriksaan USG rutin.
Karena keluhannya samar, pemeriksaan USG transvaginal pada awal kehamilan menjadi penting, terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko. Pada usia sekitar 5 sampai 6 minggu, USG umumnya sudah dapat memastikan apakah kantung kehamilan berada di dalam rahim atau tidak.
Jika Anda hamil dan merasakan nyeri yang tidak biasa pada usia 4 sampai 6 minggu, sebaiknya jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya. Pemeriksaan lebih awal memberi ruang penanganan yang jauh lebih aman.
Kehamilan ektopik terganggu adalah kondisi ketika kehamilan ektopik mulai mengalami komplikasi, misalnya tuba yang meregang berlebihan atau mulai pecah. Pada tahap ini, keluhan berubah dari samar menjadi jelas dan berkembang cepat.
Tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri perut hebat yang datang mendadak, perut terasa kaku, pucat, berkeringat dingin, jantung berdebar, hingga penurunan kesadaran. Perdarahan dari jalan lahir bisa banyak, tetapi bisa juga justru sedikit, karena darah utama menumpuk di rongga perut.
Kondisi ini merupakan kedaruratan obstetri yang memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko komplikasi serius akibat kehilangan darah.
Sebagian kecil kehamilan ektopik dapat berhenti berkembang dan diserap tubuh dengan sendirinya, terutama yang berukuran sangat kecil dan kadarnya menurun. Namun ini tidak dapat dipastikan tanpa pemantauan ketat oleh dokter.
Karena tidak bisa diprediksi, membiarkan kehamilan ektopik tanpa pemantauan berisiko. Dokter biasanya memantau melalui pemeriksaan kadar hormon dan USG berulang untuk menilai apakah kondisi benar-benar mereda atau justru berkembang.
Diagnosis ditegakkan melalui kombinasi riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, USG, dan pemeriksaan darah. USG transvaginal merupakan pemeriksaan utama karena mampu memberi gambaran jelas pada kehamilan awal.
Bila hasil USG belum memberi kesimpulan, dokter dapat melakukan pemantauan kadar hormon kehamilan secara berkala. Pola kenaikan yang tidak sesuai perkiraan dapat menjadi petunjuk penting. Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah lengkap diperlukan untuk menilai apakah sudah terjadi penurunan kadar darah.
Penanganan kehamilan ektopik disesuaikan dengan ukuran, lokasi, kadar hormon, serta kondisi Anda. Beberapa pilihan yang tersedia:
Pilihan tindakan tidak dapat disamakan antara satu pasien dan pasien lain. Diskusikan dengan dokter kandungan mengenai keuntungan dan risiko masing-masing pilihan pada kondisi Anda.
Kehamilan ektopik tidak berarti Anda tidak dapat hamil lagi. Peluang kehamilan berikutnya bergantung pada kondisi saluran tuba, terutama sisi yang tidak terganggu, serta faktor kesuburan lainnya.
Namun perlu diketahui bahwa riwayat kehamilan ektopik meningkatkan risiko kehamilan ektopik berulang. Karena itu, kehamilan berikutnya dianjurkan diperiksa lebih awal, termasuk dengan USG pada trimester pertama untuk memastikan lokasi kehamilan.
Bila Anda merencanakan kehamilan setelah kehamilan ektopik, konsultasikan waktu yang tepat dan pemeriksaan yang diperlukan dengan dokter kandungan.
Segera ke instalasi gawat darurat/IGD 24 Jam bila Anda hamil atau memiliki hasil tespek positif dan mengalami nyeri perut hebat yang datang mendadak, pucat, berkeringat dingin, pusing berat, atau nyeri bahu yang tidak jelas penyebabnya. Perdarahan dari jalan lahir yang cukup banyak juga memerlukan pemeriksaan segera.
Jangan menunggu keluhan mereda dengan sendirinya. Pada kehamilan ektopik, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan.
Poli Kandungan dan Kebidanan RS Royal Progress melayani konsultasi kehamilan awal, pemeriksaan USG, serta penanganan keluhan pada masa kehamilan. Jadwal konsultasi dapat dipesan melalui layanan janji temu Poli Kandungan dan Kebidanan.
