Logo RS Royal Progress
Menu
Buat Janji Temu
Home Blog Melasma: Penyebab, Jenis, dan Cara Penanganannya

Melasma: Penyebab, Jenis, dan Cara Penanganannya

21/09/2026

Bercak gelap simetris di pipi, dahi, atau di atas bibir sering membuat wajah tampak kusam. Keluhan ini sangat umum pada perempuan usia produktif dan dikenal sebagai melasma. Melasma bukan penyakit berbahaya dan bukan tanda kanker kulit, tetapi kronis dan mudah kambuh, sehingga penanganannya menuntut strategi jangka panjang.

Apa Itu Melasma?

Melasma adalah kelainan pigmentasi kulit yang ditandai bercak lebih gelap daripada warna kulit alami, umumnya di area wajah yang terpapar matahari. Warnanya dapat cokelat muda hingga keabu-abuan atau kebiruan. Lesinya datar, tidak bersisik, tidak gatal, dan tidak nyeri. Di dalam kulit, melanosit memproduksi melanin berlebihan sehingga pigmen menumpuk tidak merata.

Penelitian terbaru menunjukkan melasma bukan sekadar masalah pigmen. Kondisi ini juga melibatkan peradangan ringan berkepanjangan, gangguan sawar kulit, peningkatan pembuluh darah, dan kerusakan jaringan ikat akibat matahari, sehingga jauh lebih sulit dihilangkan daripada flek biasa. Meski jinak dan tidak menular, dampak psikologisnya nyata karena muncul di wajah.

Seberapa Umum Melasma Terjadi?

Prevalensi melasma sekitar satu persen di populasi umum, tetapi mencapai lima puluh persen pada kelompok berisiko. Perempuan menyumbang sekitar sembilan puluh persen kasus, terbanyak pada usia dua puluh hingga empat puluh tahun. Pemilik kulit sedang hingga gelap lebih rentan dan paling sering berkonsultasi ke dokter kulit.

Melasma vs Flek Hitam Biasa - Cara Membedakan

Menyamakan melasma dengan flek hitam biasa, misalnya lentigo akibat matahari, adalah kekeliruan umum. Beda melasma dan flek hitam bukan sekadar istilah, sebab penanganannya berbeda dan tindakan yang efektif untuk lentigo dapat memperburuk melasma.

Perbedaan dari Warna dan Batas Lesi

Melasma tampil sebagai bercak luas berwarna cokelat hingga keabu-abuan dengan tepi tidak tegas dan menyatu dengan kulit sekitarnya. Permukaannya datar dan warnanya seragam. Sebaliknya, lentigo berupa bintik kecil berwarna seragam cokelat muda hingga hitam dengan batas lebih tegas.

Perbedaan dari Letak dan Pola Sebaran

Ciri khas melasma di wajah adalah kesimetrisannya. Bercak muncul seimbang di kedua sisi, paling sering pada pipi, dahi, hidung, dagu, dan area di atas bibir. Lentigo akibat matahari dapat muncul di sisi mana pun, termasuk punggung tangan dan lengan, tanpa pola simetris.

Kapan Flek Justru Bukan Melasma

Beberapa kondisi menyerupai melasma dan perlu dinilai dokter. Hiperpigmentasi pascaperadangan muncul setelah iritasi kulit. Ochronosis eksogen timbul akibat krim pencerah tanpa pengawasan, ditandai warna keabu-abuan kebiruan yang sulit diatasi. Tumor jinak maupun ganas kulit juga harus disingkirkan. Karena itu, diagnosis pasti sebaiknya ditegakkan dokter spesialis kulit.

Jenis Melasma Berdasarkan Kedalaman Pigmen

Dokter membedakan melasma berdasarkan letak pigmen. Penilaian dahulu memakai lampu Wood, meski hasilnya tidak selalu konsisten. Kerangka epidermal, dermal, dan campuran tetap berguna sebagai panduan perencanaan terapi.

Melasma Epidermal

Pigmen berlebih berada di lapisan epidermis, lapisan paling luar kulit. Warnanya cokelat gelap dengan batas relatif tegas. Tipe ini paling responsif terhadap terapi topikal karena pigmennya dapat dijangkau krim maupun peeling.

Melasma Dermal

Pigmen berada lebih dalam, di lapisan dermis, berwarna cokelat keabu-abuan atau kebiruan dengan tepi tidak jelas. Tipe ini paling sulit ditangani karena pigmen di dermis tak dapat dihilangkan langsung. Terapi tetap tidak boleh ditunda: bila produksi pigmen di epidermis ditekan lama, cadangan di dermis perlahan memudar.

Melasma Campuran (Mixed)

Bentuk yang paling sering dijumpai, dengan pigmen tersebar di epidermis sekaligus dermis. Sebagian lesi membaik dengan terapi topikal, sebagian bertahan lebih lama, sehingga penanganannya menggabungkan keduanya secara bertahap.

Pola Sebaran di Wajah: Sentrofasial, Malar, Mandibular

Pola sentrofasial melibatkan dahi, pipi, hidung, area di atas bibir, dan dagu, serta paling umum dijumpai. Pola malar terbatas pada pipi dan hidung. Pola mandibular melibatkan rahang bawah dan paling jarang.

Penyebab Melasma

Penyebabnya multifaktor dan belum sepenuhnya dipahami. Yang jelas, melasma timbul ketika melanosit menjadi hiperaktif akibat berbagai pemicu, dan kepekaan tiap orang berbeda.

Paparan Sinar Ultraviolet dan Cahaya Tampak

Paparan matahari adalah pemicu paling utama. Sinar ultraviolet merangsang kulit memproduksi melanin berlebih, dan pada melasma pigmen muncul tidak merata sehingga membentuk bercak. Bukan hanya ultraviolet, cahaya tampak berenergi tinggi serta inframerah atau panas juga memperburuk melasma. Tanning bed dan sunlamp memancarkan sinar jauh lebih kuat dan harus dihindari.

Pengaruh Hormon Estrogen dan Progesteron

Estrogen dan progesteron merangsang aktivitas melanosit. Pada perempuan yang tidak hamil, lesi melasma sering memperlihatkan reseptor estrogen yang meningkat. Perempuan pascamenopause yang menjalani terapi progesteron pun dapat mengalaminya, begitu pula gangguan kelenjar tiroid yang memengaruhi keseimbangan hormon.

Kehamilan dan Kontrasepsi Hormonal

Kehamilan meningkatkan kadar estrogen, progesteron, dan melanocyte-stimulating hormone, terutama pada trimester ketiga. Kombinasi inilah yang diduga memicu melasma pada ibu hamil. Selain kehamilan, pil kontrasepsi dan terapi hormon pengganti juga termasuk pemicu yang sering dilaporkan. Menghentikannya biasanya memperbaiki kondisi, meski perlu waktu sekitar tiga bulan.

Faktor Genetik dan Pemicu Lain

Riwayat melasma pada keluarga meningkatkan risiko; banyak penderita memiliki kerabat sedarah dengan keluhan serupa. Sebagian obat juga memicu melasma, terutama yang membuat kulit sensitif terhadap cahaya, seperti beberapa antibiotik, diuretik, dan retinoid oral. Stres yang meningkatkan kortisol serta produk perawatan yang mengiritasi turut memperberat.

Melasma pada Ibu Hamil (Kloasma Gravidarum)

Melasma saat kehamilan sering disebut kloasma gravidarum atau mask of pregnancy, karena pola bercaknya seperti topeng di wajah. Sekitar lima belas hingga lima puluh persen ibu hamil mengalaminya, biasanya pada trimester kedua hingga ketiga seiring meningkatnya kadar hormon.

Kabar baiknya, melasma pada ibu hamil umumnya memudar dalam beberapa bulan setelah melahirkan bila paparan matahari dihindari. Jangan memulai terapi saat masih hamil, karena hydroquinone dan tretinoin tidak dianjurkan. Azelaic acid umumnya dianggap aman, tetapi tetap perlu dikonsultasikan. Bila bercak tidak memudar, penanganan disusun bersama dokter spesialis kulit.

Faktor Risiko & Pemicu Kekambuhan

Risiko melasma meningkat pada perempuan usia dua puluh hingga empat puluh tahun, pemilik kulit sedang hingga gelap, mereka yang memiliki kerabat dengan melasma, serta pengguna kontrasepsi atau obat hormonal. Kehamilan termasuk faktor risiko terkuat, begitu pula paparan matahari tanpa perlindungan.

Setelah membaik, kekambuhan dapat dipicu aktivitas luar ruangan tanpa tabir surya, lupa mengaplikasi ulang, penggunaan tanning bed, menghentikan terapi terlalu cepat, pergantian kontrasepsi hormonal, dan tindakan kosmetik agresif tanpa pengawasan dokter. Melasma juga memburuk pada musim kemarau dan mereda saat musim hujan, sehingga banyak penderita merasa sudah sembuh padahal hanya mereda.

Kapan Harus ke Dokter Kulit

Temui dokter spesialis kulit dan kelamin apabila bercak gelap di wajah baru muncul dan belum pernah didiagnosis, karena dapat menyerupai kondisi kulit lain. Waspadai perubahan warna, ukuran, atau bentuk lesi; tepi lesi tidak beraturan; munculnya luka, pendarahan, gatal, atau nyeri; serta bercak yang hanya pada satu sisi wajah.

Dokter juga perlu dilibatkan bila perawatan mandiri tidak menunjukkan perbaikan. Produk pencerah bebas sebaiknya dipakai paling lama tiga hingga enam bulan; jangan menambah dosis atau mencampur produk sendiri. Semakin lama dibiarkan, semakin sulit hasil yang dicapai, sehingga prinsip utamanya adalah tangani lebih awal.

Perawatan di Rumah untuk Melasma

Tabir Surya sebagai Kunci Utama

Perlindungan matahari adalah terapi paling dasar sekaligus paling menentukan. Pilih tabir surya berspektrum luas dengan SPF tiga puluh atau lebih, oleskan lima belas menit sebelum keluar rumah, lalu ulangi minimal setiap dua jam. Untuk melasma, dokter kulit menganjurkan bahan zinc oxide atau iron oxide karena melindungi dari cahaya tampak yang juga memperburuk melasma. Lengkapi dengan topi bertepi lebar dan kacamata berproteksi ultraviolet.

Bahan Aktif yang Membantu

Hydroquinone adalah standar utama dan hanya tersedia dengan resep dokter. Kombinasinya dengan retinoid dan kortikosteroid ringan memberi hasil paling baik, namun tidak boleh dipakai jangka panjang. Bahan lain meliputi azelaic acid, asam kojic, niacinamide, cysteamine, arbutin, dan tranexamic acid. Krim pencerah menekan produksi pigmen baru, bukan menghapus pigmen yang ada, sehingga hasilnya perlu waktu berbulan-bulan. Bila produk menimbulkan rasa terbakar, hentikan pemakaian.

Kebiasaan yang Perlu Dihindari

Hindari menggosok wajah terlalu keras, memakai scrub kasar, dan mencampur bahan aktif keras tanpa arahan dokter. Kelola stres dengan baik karena kortisol dapat memperberat melasma.

Penanganan Medis di Royal Dermatology & Aesthetic Centre

Melasma yang keras perlu penanganan kombinasi dan bertahap. Terapi topikal tetap menjadi fondasi keberhasilan, sementara tindakan di klinik ditambahkan untuk menyempurnakannya. Tindakan medis harus dilakukan dokter berpengalaman, karena sebagian modalitas dapat memperburuk melasma dan memicu hiperpigmentasi pascaperadangan bila parameternya tidak tepat.

Royal Dermatology & Aesthetic Centre (RDAC), Centre of Excellence RS Royal Progress di Jakarta Utara, menangani pigmentasi wajah termasuk melasma dengan rencana terapi yang disesuaikan setiap penderita. Perencanaannya dilakukan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.DVE) setelah diagnosis. Modalitasnya meliputi Laser Biaxis untuk memecah pigmen secara terkendali, Chemical Peeling untuk mengangkat lapisan kulit terluar yang berpigmen, serta Microfiller dan Spots Injection, ditambah layanan Facial.

Rangkaian melasma treatment ditentukan dokter sesuai kondisi dan kedalaman pigmen. Tindakan medis melengkapi, bukan menggantikan disiplin perlindungan matahari sehari-hari.

Kenapa Melasma Mudah Kambuh dan Cara Mencegahnya

Melasma adalah kondisi kronis yang berlangsung lebih dari tiga bulan, dan pada sebagian orang bertahan bertahun-tahun. Pigmentasi melibatkan perubahan di dermis yang tidak dapat dihilangkan begitu saja, sehingga cadangan pigmen terisi kembali bila produksi di epidermis tidak ditekan. Pemicu utamanya, matahari dan hormon, tidak dapat dihilangkan dari kehidupan sehari-hari.

Karena belum ada terapi yang menyembuhkan melasma total, pencegahan adalah strategi terbaik. Kuncinya adalah menjaga perlindungan matahari sepanjang tahun, melanjutkan terapi pemeliharaan setelah lesi membaik, dan memakai pencerah non-hydroquinone bersama retinoid. Produk tanpa resep sebaiknya dibatasi tiga hingga enam bulan.

Buat Janji Temu di Royal Dermatology & Aesthetic Centre

Melasma yang ditangani sejak dini memberi peluang hasil lebih baik. Bila Anda mengalami bercak gelap di wajah, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di Royal Dermatology & Aesthetic Centre, Centre of Excellence RS Royal Progress di Jakarta Utara. Informasi layanan dan penjadwalan tersedia di halaman Royal Dermatology & Aesthetic Centre.

FAQ

  • Apakah ada cara menghilangkan melasma secara permanen?
    Belum ada terapi yang mampu menghilangkan melasma secara permanen. Kondisi ini dapat memudar, bahkan hilang sendiri bila dipicu kehamilan atau obat tertentu, tetapi umumnya kronis dan dapat kembali muncul. Pengobatan bertujuan menekan produksi pigmen dan meratakan warna kulit.
  • Apakah melasma berbahaya bagi kesehatan?
    Tidak. Melasma bersifat jinak, tidak menular, tidak menimbulkan gatal atau nyeri, dan bukan kanker kulit maupun tandanya. Meski begitu, keluhan ini tetap layak ditangani.
  • Bisakah ibu hamil melakukan perawatan melasma?
    Sebaiknya tidak memulai terapi selama kehamilan. Bahan aktif seperti hydroquinone dan tretinoin tidak dianjurkan, dan azelaic acid yang dianggap aman tetap perlu persetujuan dokter. Melasma pada ibu hamil sering memudar setelah melahirkan, sehingga penanganan dapat ditunda.
  • Apakah laser aman untuk menghilangkan melasma?
    Laser dan terapi cahaya tertentu dapat membantu penderita yang sudah menjalani terapi topikal dan melindungi kulit dari matahari. Namun tidak semua laser cocok. Intense pulsed light, misalnya, berisiko memanaskan jaringan sekitar dan memicu kekambuhan. Pemilihan jenis dan parameternya harus dilakukan dokter kulit.
  • Apa bedanya melasma dan flek hitam biasa?
    Melasma berupa bercak luas berwarna cokelat hingga keabu-abuan dengan tepi tidak tegas yang muncul simetris di kedua sisi wajah. Flek hitam biasa seperti lentigo umumnya bintik kecil berbatas tegas yang dapat muncul di sisi mana pun.
  • American Academy of Dermatology. Melasma: Overview.
  • American Academy of Dermatology. Melasma: Causes.
  • American Academy of Dermatology. Melasma: Diagnosis and treatment.
  • American Academy of Dermatology. Melasma: Self-care.
  • Cleveland Clinic. Melasma: Treatment, Causes & Prevention.
  • Harvard Health Publishing. Melasma: What are the best treatments?
  • Mayo Clinic News Network. Mayo Clinic Q and A: Treating melasma.
  • StatPearls Publishing. Melasma.

Artikel Lainnya

Penuaan Dini dan Kerutan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Garis halus, kulit kendur, dan flek yang muncul sebelum waktunya sering membuat seseorang tampak lebih tua daripada usianya. Kondisi ini disebut penuaan dini, dan pada sebagian besar kasus penyebabnya bukan sekadar pertambahan usia, melainkan paparan lingkungan serta kebiasaan harian yang berlangsung bertahun-tahun. Penuaan dini termasuk kondisi kulit yang paling dapat dicegah. Berikut penjelasan mengenai tanda […]
21/09/2026

Microneedling: Manfaat, Prosedur, dan Hal yang Perlu Diketahui

Microneedling kini menjadi salah satu perawatan kulit paling banyak dicari, terutama untuk memperbaiki tekstur wajah, bekas jerawat, dan tanda penuaan tanpa pembedahan. Prosedurnya tergolong minim risiko, minim waktu pemulihan, dan dapat dikerjakan pada hampir semua warna kulit. Sayangnya, informasi yang beredar sering tidak lengkap. Artikel ini membahasnya agar Anda dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi medis […]
21/09/2026

Kulit Berminyak: Penyebab dan Perawatan yang Tepat

Kulit berminyak membuat wajah terasa lengket dan berkilap hanya beberapa jam setelah dibersihkan. Kondisi ini bukan sekadar masalah kosmetik, melainkan hasil kerja kelenjar sebasea yang aktif berlebihan. Berikut penjelasan mengenai penyebab, cara mengatasi kulit berminyak di wajah, dan perawatan yang tepat. Apa Itu Kulit Berminyak? Kulit berminyak atau seborrhea terjadi ketika kelenjar sebasea memproduksi sebum […]
21/09/2026
1 2 3 5

Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis yang tepat?

Dengan dokter spesialis berpengalaman, kami siap memberikan penanganan terbaik untuk setiap keluhan dan penyakit yang Anda alami. Jelajahi dokter di rumah sakit kami dan temukan dokter yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Cari Dokter

Halo,
Ada yang bisa
Kami bantu?

Customer Care
crossmenuchevron-down