Hipotermia merupakan keadaan saat suhu tubuh menurun drastis hingga mengganggu fungsi organ penting secara menyeluruh. Biasanya keadaan ini terjadi setelah tubuh terlalu lama berada pada lingkungan dingin tanpa perlindungan memadai sebelumnya.
Lantas, apakah hipotermia itu berbahaya? Iya, sebab bisa menimbulkan gangguan kesadaran, masalah pernapasan, hingga komplikasi serius. Oleh karena itu, Anda perlu memahami penyebab, gejala, pengobatan, serta langkah pencegahan hipotermia secara tepat.
Hipotermia dapat terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan menghasilkan panas secara alami.
Lalu hipotermia karena apa saja? Berikut beberapa penyebab dari beragam kondisi yang sering terabaikan.
Pertama, hipotermia bisa terjadi karena paparan cuaca dingin berkepanjangan yang menyebabkan tubuh kehilangan panas secara bertahap serta terus-menerus. Selain itu, pakaian yang kurang mampu menahan udara dingin juga mempercepat penurunan suhu tubuh secara signifikan.
Pakaian basah membuat panas tubuh cepat menghilang sehingga risiko hipotermia meningkat selama cuaca dingin berlangsung. Apalagi air yang menempel pada pakaian turut mempercepat penurunan suhu tubuh ketika terkena angin berkepanjangan.
Biasanya hipotermia banyak terjadi ketika mendaki gunung tanpa perlengkapan memadai, sehingga tubuh lebih berisiko mengalami penurunan suhu secara mendadak. Selain itu, hipotermia di gunung juga terjadi karena cuaca berubah cepat disertai paparan angin dingin berkekuatan tinggi.
Tubuh yang kelelahan cenderung sulit mempertahankan suhu normal sehingga rentan mengalami gangguan akibat udara dingin. Energi tubuh yang menurun juga membuat proses produksi panas alami berlangsung lambat daripada keadaan normal.
Alkohol dapat mengganggu kemampuan tubuh mempertahankan suhu stabil meski awalnya menimbulkan sensasi hangat sementara. Selain itu, pelebaran pembuluh darah akibat alkohol juga mempercepat hilangnya panas tubuh ketika berada pada lingkungan dingin.
Lalu apa saja gejala hipotermia? Ada beragam gejala yang dapat berkembang perlahan hingga membuat penderita sulit menyadari keadaan tubuhnya mulai memburuk. Berikut beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan sebelum kondisi berkembang menjadi gangguan kesehatan serius.
Badan menggigil merupakan respons alami ketika suhu tubuh mulai menurun akibat paparan lingkungan dingin berkepanjangan sebelumnya. Keadaan ini termasuk hipotermia ringan yang sering disertai rasa kurang nyaman serta kesulitan melakukan aktivitas sederhana.
Aliran darah menuju kulit biasanya berkurang hingga membuat permukaan tubuh terlihat pucat serta terasa sangat dingin. Bahkan warna kulit ikut berubah setelah terpapar cuaca dingin cukup lama.
Penurunan suhu juga dapat memengaruhi fungsi saraf yang akhirnya membuat penderita mulai berbicara lambat serta terdengar kurang jelas. Selain itu, gangguan koordinasi sering membuat pasien kesulitan melakukan gerakan sederhana secara normal.
Hipotermia berat dapat memperlambat pernapasan serta denyut jantung sehingga tubuh kekurangan suplai oksigen secara bertahap. Selain itu, penderita biasanya terlihat lemah dengan respons tubuh semakin lambat ketika berkomunikasi.
Terakhir, penderita hipotermia dapat mengalami kebingungan hingga hilang kesadaran ketika suhu badan terus menurun secara perlahan. Parahnya, pasien sering terlihat sulit berkonsentrasi serta kurang mampu merespons lingkungan sekitar dengan baik.
Hipotermia suhu berapa yang harus segera memperoleh penanganan? Umumnya ketika suhu tubuh kurang dari tiga puluh lima derajat Celcius. Namun jika Anda mulai merasakan beragam gejala hipotermia, maka segera lakukan pengobatan berikut.
Cara mengatasi hipotermia pertama adalah menghangatkan tubuh memakai selimut tebal secara bertahap. Selain itu, pasien sebaiknya menuju ruangan hangat demi meminimalkan paparan udara dingin berkelanjutan. Namun hindari menghangatkan tubuh terlalu cepat sebab bisa memicu gangguan sirkulasi sehingga penanganan harus lebih hati-hati. Hindari juga pemakaian air panas langsung tanpa pengawasan tenaga medis berpengalaman.
Pakaian lembap membuat suhu badan semakin menurun sehingga harus segera ganti ke pakaian kering sekaligus hangat. Pastikan tubuh dalam keadaan kering supaya proses pemulihan suhu berlangsung lebih efektif. Langkah ini membantu meminimalkan kehilangan panas berlebihan terutama setelah pasien terkena hujan atau lingkungan bersalju sebelumnya. Karena itu, penting menyiapkan pakaian cadangan ketika melakukan aktivitas pada area bersuhu rendah sekaligus lembap.
Pengobatan lainnya yaitu dengan memberikan minuman hangat supaya badan dalam keadaan stabil. Cairan hangat ini membantu menjaga kenyamanan badan selama proses pemulihan suhu berlangsung bertahap. Namun, hindari mengonsumsi minuman berkafein maupun alkohol sebab dapat memperburuk gangguan suhu badan pada pasien hipotermia. Jadi sebaiknya, konsumsi air hangat biasa selama pasien masih mampu menelan secara normal.
Pasien hipotermia berat terkadang memerlukan bantuan oksigen guna menjaga fungsi organ tetap bekerja secara optimal. Selain itu, dokter dapat memberikan cairan infus hangat buat membantu meningkatkan suhu badan secara perlahan. Selama perawatan, dokter juga akan memeriksa keadaan organ sebab hipotermia bisa memengaruhi paru-paru maupun sistem peredaran darah. Karena itu, pasien dengan gejala berat biasanya memerlukan pemantauan ketat selama masa pengobatan berlangsung.
Terakhir, kasus hipotermia berat sering memerlukan pemantauan intensif supaya perubahan keadaan pasien bisa tertangani tenaga medis. Bahkan dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lanjutan buat mengetahui dampak hipotermia terhadap fungsi organ. Perawatan rumah sakit membantu menurunkan risiko komplikasi serius terutama ketika pasien mengalami gangguan kesadaran atau pernapasan. Jadi, jangan menunda pemeriksaan medis apabila gejala hipotermia semakin memburuk secara bertahap.
Hipotermia sebenarnya bukan sekadar badan merasa kedinginan, melainkan keadaan serius yang memerlukan penanganan tepat sesegera mungkin. Penanganan cepat serta tepat membantu mencegah komplikasi berbahaya akibat penurunan suhu badan berkepanjangan.
Apabila Anda mengalami gejala hipotermia atau memerlukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut, segera konsultasikan ke dokter penyakit dalam RS Royal Progress. Dokter akan mengevaluasi kondisi tubuh serta menentukan penanganan sesuai tingkat keparahan hipotermia yang Anda alami.
Selain itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang pada RS Royal Progress. RS Royal Progress menawarkan berbagai paket kesehatan yang bisa Anda sesuaikan dengan keperluan penanganan.
Untuk kondisi hipotermia darurat, segera hubungi IGD 24 jam RS Royal Progress untuk mendapatkan penanganan medis cepat dan tepat.
