Informasi Kesehatan Terkini

Deteksi Dini Kanker Payudara

Tuesday, 20 March 2018

Sama seperti Pap smear, kebanyakan orang akan dianjurkan untuk menjalani mammografi secara teratur selama hidup mereka. Tapi bagi kebanyakan orang yang tidak pernah menjalani skrining payudara sebelumnya, antisipasi tes mammogram pertama kali dapat menjadi pengalaman yang lumayan bikin deg-degan.

Ketidaktahuan soal apa yang terjadi selama prosedur dan apa yang harus dipersiapkan seringkali menjadi alasan kuat untuk beberapa perempuan selalu menunda-nunda tes mammografi pertama mereka. Untuk membantu menenangkan pikiran, berikut adalah sejumlah hal yang perlu Anda tahu sebelum menjalani mammografi untuk pertama kalinya.

Yang perlu diketahui seputar tes mammografi pertama

1. Ibu hamil dan menyusui dilarang ikut mammografi

Sebelum menjalani mammogram pertama, pastikan Anda telah memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau curiga sedang hamil. Mammogram tidak akan dilakukan pada wanita dengan kondisi ini. Sebagai gantinya, dokter akan menyarankan teknik pemindaian lain — seperti ultrasound (USG).

2. Jadwalkan mammografi seminggu setelah menstruasi Anda

Kalau dokter sudah menyarankan Anda untuk menjalani mammografi, jadwalkan mammogram Anda ketika payudara Anda sedang tidak membengkak atau mengeras. Ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin hadir selama Anda dites, dan juga untuk mendapatkan hasil scan yang berkualitas. Sebisa mungkin hindari mammogram seminggu sebelum dan selama menstruasi Anda.

3. Jangan pakai deodoran, parfum, bedak, atau body lotion

Hindari menggunakan deodoran, bedak, lotion badan, krim, atau parfum di ketiak atau di sekitar payudara sebelum berangkat tes. Partikel zat asing atau logam yang terkandung dalam produk-produk ini bisa tampak pada rontgen sebagai bintik-bintik putih mirip pengapuran atau penumpukan kalsium yang dapat membingungkan dokter saat membaca hasilnya. Itulah mengapa lebih baik untuk menjalani mammogram Anda pertama kali di pagi hari. Anda bisa mengoleskan deodoran setelah tes selesai jika Anda akan melanjutkan aktivitas lain setelahnya.

4. Anda akan diharuskan telanjang dari pinggang ke atas

Membuka baju dari pinggang ke atas — ya, juga termasuk bra — merupakan langkah penting untuk mendapatkan hasil gambar yang jelas. Setiap bahan selain jaringan payudara yang tampak di hasil rontgen akan mengaburkan rincian dan membuat gambar jadi tidak berguna.

Itu sebabnya Anda mungkin merasa lebih mudah untuk memakai rok atau celana, sehingga Anda hanya akan melepas atasan dan bra Anda saat mammografi. Anda akan mendapatkan gaun rumah sakit sebagai gantinya, sambil tetap mengenakan bawahan dan alas kaki Anda. Dan tenang saja, hanya ada Anda dan teknisi (selalu perempuan) yang berada di kamar uji pada saat mammogram.

5. Payudara Anda akan ditangani langsung oleh orang lain

Pada dasarnya, mammografi adalah rontgen untuk dada. Dengan demikian, Anda akan berada dalam situasi yang mengharuskan payudara Anda dilihat dan ditangani langsung oleh orang lain. Untuk mendapatkan hasil scan yang jelas, masing-masing payudara perlu ditekan. Dan tergantung dari fasilitas rumah sakit, Anda mungkin akan diminta berdiri atau duduk selama menjalani mammogram.

Teknisi kemudian akan menempatkan payudara Anda di pelat besi yang terpasang di mesin mammogram. Pelat atas diturunkan untuk menekan payudara Anda selama kurang lebih 10 detik saat teknisi memotret gambar. Masing-masing payudara perlu dipindai dua kali, sekali dari atas ke bawah dan sekali lagi dari sisi ke sisi.

Cengkeraman plat besi harus tegas meratakan payudara Anda agar mencegah payudara melonggar dan terus bergerak, demi menghindari hasil gambar yang kabur. Anda mungkin akan diharuskan untuk menahan napas setiap kali pengambilan gambar.

6. Mammografi dapat terasa sakit saat — tapi hanya sebentar

Anda mungkin merasa tidak nyaman sementara ketika payudara Anda ditekan, dan untuk beberapa wanita hal ini bisa terasa menyakitkan. Tujuan dari payudara ditekan adalah untuk menyebarkan jaringan payudara hingga setipis mungkin untuk mendapatkan hasil scan yang jelas.

Beri tahu teknisi jika Anda kesakitan. Selain itu, pertimbangkan mengonsumsi obat nyeri nonresep seperti aspirin, ibuprofen, atau paracetamol sekitar satu jam sebelum mammogram untuk membantu mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman di payudara Anda saat mammografi.

7. Scan payudara bisa diulang beberapa kali

Lama durasi tes mammografi dari awal hingga akhir biasanya hanya sekitar 20-30 menit. Setelahnya, Anda bisa beres-beres dan melanjutkan aktivitas harian Anda.

Akan tetapi, teknisi juga mungkin mengulang prosedur untuk mengambil beberapa gambar tambahan jika hasil yang sudah ada terlihat kurang jelas atau dokter membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan panik, pengulangan seperti ini umum terjadi.

8. Apakah bisa terkena radiasi dari mammogram?

Mammogram menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mengambil gambar terinci dari jaringan payudara. Artinya, mungkin bagi Anda untuk memiliki efek samping radiasi — walau rendah dan hampir tidak perlu dikhawatirkan.

“Setiap paparan radiasi datang dengan risiko kecil, tapi itu jauh lebih rendah daripada risiko tidak mendapatkan tes,” jelas Sue Oliver, kepala divisi Keamanan Mammografi dan Rontgen di Rumah Sakit Nuffied, dilansir dari The Huffington Post.

9. Hasil bisa diketahui secepat mungkin

Meskipun sebagian besar wanita yang datang untuk screening payudara tidak diketahui memiliki kanker — sekitar 96 dari 100 wanita yang diuji mendapatkan hasil normal — jika Anda tidak mendengar kabar dari penyedia layanan kesehatan Anda dalam waktu kurang lebih 10 hari, jangan menganggap bahwa mammogram Anda normal; hubungi rumah sakit Anda atau fasilitas di mana mammogram dilakukan untuk mengetahui kapan tepatnya Anda bisa tahu hasil mammogram Anda.

Biasanya, laporan lengkap dari hasil mammografi Anda akan dikirim ke dokter Anda (dan Anda mungkin juga akan mendapatkan salinannya dalam versi yang lebih mudah dimengerti) dalam waktu 30 hari — atau “secepatnya” jika hasil menunjukkan adanya kanker. (Sumber: hellosehat.com)